

penasulsel.com/,MAKASSAR– Bakal calon Wali Kota Makassar Syarifuddin Daeng Punna alias Sadap membuktikan keseriusanya dalam mendaftar Calon Walikota Makassar melalui jalur independen, Selasa 18/02/2020.
Menurut Tim Pemenangan Sadap, pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum sebagai bentuk keseleriusan dalam membangun Kota Makassar yang lebih baik kedepannya. Selain itu, majunya sebagai calon Wali Kota karena dorongan masyarajat yang ingin adanya perubahan dibawah kedali Sadap.
“Sadap telah memiliki konsep dalam membangun Kota Makassar. selain itu juga punya jalan kluar dalam memperbaiki kesenjangan sosial antara masyarakat pemukiman dengan yang diperumahan elit,”kata Atim sebagai Tim Sadap.
Atim juga menjelaskan jika dalam menentukan wakil, Sadap telah mempertimbangkan secara baik. Dedi Setiadi disebut salah satu figur yang memiliki visi membangun dan ingin bekerjasama.
“Dalam menentukan wakil ,SAdAP tidak mau berbelit-belit yang penting mau bekerja sama , Dedy Setiady adalah calon wakil alternatif SAdAP.” tambah Atim.
Diketahui Dedy Setiady merupakan pendiri Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Apkan) RI. Apkan dikenal memiliki reputasi cukup baik sebagai lembaga nonpemerintah.
Selain memiliki jaringan luas di Tanah Air, Apkan juga berkembang menjadi lembaga kontrol publik. Terakhir, Apkan terlibat dalam pemantau Pemilu 2019 Lalu.
Selain memiliki pengalaman yang cukuo menteren dalam mengawal pemerintahan di tanahnair,Dedy Setiady bagian dari aspirasi publik.
“Saya merasa bersyukur karena pak SAdAP berkeinginan untuk bersama maju di pilkada Makassar,” Sebut Dedy.
Dedy mengakui, memang dibutuhkan figur-figur baru untuk membawa Makassar lebih baik ke depan. Ia juga sepakat agar pilkada Makassar tidak lagi didominasi klan tertentu











