
Penasulsel.com, MAKASSAR –Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo kembali menggerlar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 7 Tahun 2019 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, di D Maleo Hotel, Minggu, 17/9/2023.
Dalam sosialisasi ini, Rudianto Lallo menyampaikan berbagai kendala yang dialami Perumda PDAM dimasa kerkeringan ini, yang mengakibatkan suplay air dibeberapa wilayah terganggu, kendati demikian, dia meyakini jika pihak direksi dan jajaran PDAM terus melaksanakan upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
“Karena musim ini masih kemarau, sehingga suplay air bersih PDAM Makassar yang dari Lekopancing Maros turun drastis, tapi PDAM tak ingin menyerah, dia terus memberikan pelayanan dengan membawakan langsung kepada warga yang terdampak menggunakan mobil,”kata Rudianto Lallo.
Lanjut Rudianto, dampak kekeringan ini tak hanya di Kota Makassar saja, tapi beberapa daerah di Kabupaten lainnya di Sulsel turut merasakan dampaknya. Olehnya itu, dia mengimbau agar masyarakat menggunakan air semaksimal mungkin.
“Mari kita kurangi penggunaan air secara berlebihan, dan jika air sedang mengalir janganki lupa tampung memangmi,”ujarnya.
Meski demikian, dia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa taat membayar iuran perbulannya agar terhindar dari denda. “Janganki telat bayar airta, sebab lewat sehari kena denda secara otomatis, insya allah tak lama lagi air dirumahta sudah kembali lancar, dan kami di DPRD sudah menginstruksikan agar warga yang membayar tetap waktu agar diberikan apresiasi,”ujarnya.
Sementara itu, Forum Pelanggan PDAM Makassar, Ronny menambahkan jika saat ini Walikota Makassar telah menemukan solusi dalam menghadapi kekeringan di Makassar. Menurut dia ada belasan sumur bersih yang sangat layak untuk menjadi bahan baku PDAM.
“Walikota Danny Pomanto terus berpikir keras agar kekeringan ini dapat dilewati. baru-baru pal Wali menemukan sumur yang airnya layak jadi bahan baku PDAM, semoga ini dapat menjadi solusi dari kemarau beberapa bulan terakhir,”paparnya.











