
Penasulsel.com, MAKASSAR — Legislator PKS Kota Makassar, Yeni Rahman, S.Si mengajak seluruh pemuda Kota Makassar untuk menjadi agen perubahan dalam lingkungan masing-masing.
Hal ini disampaikan dalam Kegiatan Sosialisasi peraturan perundang-undangan tahun anggaran 2022 pada angkatan ke- XIV tentang Peraturan Daerah nomor 6/2019 tentang Kepemudaan, di Hotel Golden Tulip Makassar, Jumat 23/9/2022.
Menurut Politisi PKS itu hadirnya lingkungan yang baik, aman dan nyaman tidak lepas dari peran pemudanya. Pemuda kata dia dapat mengubah perilaku lingkungan yang fassif menjadi aktif, atau yang tidak ada kreatifitas menjadi inovatif.
“Pemuda tidak boleh menjadi penonton. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan daerah menuju lebih baik,”ujar Yeni Rahman.
Untuk itu, lanjut Legislator dua periode itu mengahak seluruh stakholder dalam mewujudkan pemuda yang aktif, pemuda yang memiliki kualitas, mendorong sesama generasinya menjadi penuh manfaat. Olehnya itu dalam sosper ini juga terbentuk komunitas baru sebagai wadah menyalurkan bakat, inovasi dengan nama Ruang Ekspresi.
Ruang Ekspresi, lanjut Pengurus Dewan Pendidikan Kota Makassar itu merupakan wadah baru bagi pemuda dalam mengetahui potensi masing-masing yang melibatkan pakar dan psikologi. Wadah ini diharapkan mampu menemukan jati diri pemuda sesungguhnya.
“Misalkan di ruang itu ada pemuda yang potensinya melukis, mereka harus mendapatkan bimbingan dari pakar hingga dia dapat menjadi pemuda yang mandiri, ada yang suka menulis, mereka diberikan ruang dan fasilitas, jika perlu biaya dalam penelitian untuk penunjang tulisannya,”ujar Yeni Rahman.
Tak hanya itu, Yeni Rahman juga berpendapat jika ruang ekspresi nanntinya diharapkan dapat meminimalisir potensi peran kelompok, kriminalitas dan aksi yang tidak terpuji lainnya. Kenapa demikian? Pemuda yang melakukan aksi-aksi yang tak terpuji disebut karena minimnya perhatian dari pemerintah, masyarakat dan orang sekelilingnya.
“Pemuda kita hanya perlu diberikan ruang, Saya percaya jika mereka dilibatkan dalam pelatihan, keterampilan dan skill lainnya maka tak ada kriminalitas di Kota Makassar,
pembusuran, begal, diakibatkan karena pemuda kita tidak mendapatkan perhatian yang bekesinambungan,”Jelasnya.
Yani sapaan akrabnya meminta Pemerintah Kota dalam hal ini Dispora untuk terus memperberdayakan pemuda. Bakat pemuda di Makassar sangat besar, sehingga fasilitas penunjang harus mereka dapatkan agar tidak menjadi sampah di masyarakat.
“Pemuda yang tidak berprestasu harus kita juga perhatikan. Salah satunya kita bina di ruang ekspresi ini,”imbuh Yeni Rahman.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaa Pemuda Dispora Makassar, Dasysyara Dahyar mengatakan saat ini Wali Kota Makassar, Danny Pomanto telah memiliki segudang program untuk memajukan pemuda. Salah satu kata Dasysyara adalah 1000 wirausaha pemuda lorong.
“Masih banyak yang lainnya, kami juga gencar menggelar pelatihan digital, perfilman, sinematografi, semua ini semata-mata agar pemuda di Makassar dapat mandiri,” ujarnya.
Lebih jauh, Kaka Dee sapaan akrabnya menjelaskan Dispora Makassar tidak hanya focus dalam bidang pengembangan saja, dibidang lain juga dilaksanakan pembinaan pemuda yang ingin menjadi atket handal. serta membangunkan fasilitas latihan yang standar.
“Jadi pembinaan dan pengembangan atlet serta sarana dan prasarana juga kami bangun. yang namanya pemuda itu menjadi perhatian Pemkot Makassar,”tutupnya.
Dalam kegiatan ini ratusan peserta terlihat antusias mengikuti Sosialisasi Perda Kepemudaan yang fokus dalam membahas Pengembangan Potensi Pemuda. Hingga diakhir kegiatan terbentuk sejumlah komunitas baru dalam mendukung pengembangan pemuda kedepannya.
Sementara itu , Narasumber lainnya Muwaffiq Nurimansyah mendorong agar terbentuknya komunitas dengan berbadan hukum di tiap lorong Makassar. Hadirnya wadah itu dapat dimanfaatkan pemuda untuk menyalurkan bakat yang dimilikinya.
“Penting dibentuk lembaga yang berbadan hukum agar dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Makassar jika terdapat program yang dilaksanakan. Saat ini, Pemkot memperioritaskan memberikan perhatian untuk lembaga yang memiliki legalitas,”ujarnya.
Tidak hanya itu, Pengurus PB HMI sekaligus pengusaha muda ini mendorong pemuda untuk lebih aktif berkreatifitas. Di Makassar ada lorong wisata (longwis) yang dapat dijadikan wadah dalah memberikan edukasi kepada masyarakat banyak.
“Misalnya, dalam melukis gambar baru di longwis Makassar harus terstruktur, pemudanya harus mengabadikan dalam bentuk vidio seluruh prosesnya, sejak dimulainya hingga menjadi lukisan atau mural menarik. Ini harus dilakukan agar semua dapat mengetahui cara membuat lukisan di longwis, sekaligus ini bagian dari kreatifitas baru dalam menggabungkan vidio yang disebut sinematografi,”sebutnya.
Pemuda yang berprofesi Dosen itu menambahkan kreatifitas seperti ini tidak bisa dipandang sebelah mata, saat ini perusahaan besar sudah menggunakan file vidio dalam menunjukkan compony profile, menggunakan vidio dalam melakukan presentase.
“Artinya apa, kedepan pemuda yang memiliki skill, kreatif dan inovatif tidak akan menjadi beban negara, mereka dapat diperubutkan dalam dunia usaha/kerja,”tutupnya.











