ADS

Sosialisasi Perda Kepemudaan, Nurhaldin : Potensi Kewirausahaan Pemuda Perlu Dikembangkan

  • Bagikan
ADS

Penasulsel.com, MAKASSAR –Kegiatan sosialisasi peraturan perundang undangan Kota Makassar kembali digelar oleh Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Nurhaldin, Minggu 19 September di Hotel Horison Jalan Sudirman.

Penyebarluasan produk peraturan daerah(Perda) angkatan XII tahun anggaran 2021 tersebut, mengangkat Perda nomor 6 tahun 2019 tentang Kepemudaan. Melibatkan ratusan konstituen yang ada di daerah pemilihan(dapil) IV meliputi Kecamatan Manggala dan Panakkukang.

ADS
ADS

Dalam kegiatan tersebut turut dihadirkan dua narasumber untuk memberikan perspektifnya tentang kepemudaan dan muatan yang terkandung dalam Perda Kepemudaan Kota Makassar, yakni Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Imam Hub dan Pemerhati UMKM, Bahtiar Baso.

Nurhaldin dalam ulasannya ketika membuka kegiatan tersebut memaparkan, melalui Perda nomor 6 tahun 2019 yang mengatur tentang kepemudaan, pemuda di Makassar semakin terlindungi dan terberdayakan. Sebab hak-hak pemuda untuk berkembang dijamin legalitasnya.

“Sosialisasi Perda ini merupakan bentuk pertanggungjawaban anggota dewan kepada publik. Tujuannya agar masyarakat khususnya pemuda tahu peranannya dalam masyarakat sebagaimana substansi yang telah diatur dalam Perda. Terutama bagaimana mengembangkan potensi kewirausahaan pemuda,”jelasnya.

Pemerhati UMKM dan seorang pengusaha, Bahtiar Baso menerangkan, Perda Kepemudaan nomor 6 tahun 2019 yang digagas legislatif bersama pemkot Makassar memiliki tiga pokok gagasan di dalam mengembangkan potensi yang dimiliki pemuda.

Pertama sebut Bakhtiar terkait dengan bagaimana pengembangan bidang kewirausahaan bagi pemuda, mendorong kepemimpinan dan kepeloporan dari diri pemuda.”Termasuk soal batasan umur yang dianggap masuk sebagai kategori pemuda yakni dari 16 tahun hingga 35 tahun,”sebutnya.

Menurutnya pengembangan karakter melalui peningkatan kapasitas dan pelatihan kewirausahaan terhadap pemuda perlu dilakukan, demi masa depan Kota Makassar lebih baik yang akan datang.”Masa depan Makassar 10 tahun kedepan ada di tangan anak muda, kalau tidak asah dari sekarang maka kota ini tidak punya masa depan.”katanya.

Potensi penguasaan teknologi di kalangan anak muda juga menurutnya perlu dikembangkan dan diarahkan ke hal yang lebih positif, sebab kelompok yang menguasai teknologi saat ini adalah datang dari para generasi milenial yang lahir tahun 90-an ke atas.”Anak-anak muda punya peluang yang lebih besar untuk sukses, mereka berkembang dengan baik karena menguasai teknologi,”jelasnya.

Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Imam Hub sebagai representatif pemuda dari aparat birokrat menuturkan, rasa ingin tahu yang dimiliki pemuda sangatlah tinggi. Mereka pun punya adrenalin dan semangat yang menggebu-gebu. Olehnya perlu diarahkan ke hal-hal yang lebih positif.

“Tetapi pemuda juga memiliki sensitivitas yang begitu tinggi. Memiliki tingkat kecemasan lebih tinggi, dan potensi depresi sangat besar ketika mendapat perlakukan seperti dibully dan lain,”jelasnya.

Olehnya, menurut mantan Kepala Satpol PP Makassar itu, pemerintah harus hadir untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki pemuda, dan melakukan antisipasi dengan mencari solusi masalah-masalah yang dialami oleh anak muda saat ini.

ADS
  • Bagikan