
Penasulsel.com, MAKASSAR –Siapa tidak kenal Iman Hud. Ia merupakan sosok pamong yang videonya viral gegara bersitegang dengan pemlik salah toko alat tulis di Kota Makassar. Saat itu, Iman menjabat Kepala Satpol PP Kota Makassar.
Memang, ketika penerapan pembatasan sosial baru dilakukan seiring dengan pandemi corona, selaku Satpol PP, Imam tiap hari menghiasi media.
Bukan karena langkahnya kontroversial, tapi sebagai “polisi peraturan daerah” jebolan Jatinangor itu harus tegak lurus menerapkan segala kebijakan walikota, ternasuk soal pembatasan sosial.
Kini, alumni SMA 17 Jogya itu tidak lagi menjadi komandan Satpol. Ia diangkat jadi Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar. Tapi bagi dia, dimana pun ditempatkan, sebagai amanah untuk berbakti untuk kepentikan rakyat.
Karena itu, magister ilmu politik UGM itu menilai, dalam agama yang ia anut, hubungan silaturrahmi tetap wajib terpelihara, seperti halnya hubungan dengan Tuhan.
“Hubungan silaturahmi ini harus seimbang dengan dengan hubungan kita dengan Tuhan,” kata mnatan Camat Ujungpandang itu.
Salah satu silaturrahim yang terus terpelihara, kata dia, yakni hubungan emosionalnya dengan para alumni Jogyakarta melalui Ikatan Keluarga Alumni Jogyakarta Sulselbar (IKAJOSS).
Di IKAJOSS, Iman didapuk menjadi Ketua DPW Sulsel. Bahkan untuk pelaksanaan munas dan rakernas pertama di Hotel Mico mendatang, Imam dipercaya jadi ketua panita pelaksana.
“IKAJOSS telah memberi warna tersendiri di tengah masyarakat. Sebagai organisasi para alumni, IKAJOSS tampil menjadi pemikir untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Iman.











