
penasulsel.com/,TAKALAR- Kata pokir menjadi begitu trending di Takalar akhir pekan ini. Gara- gara kata ini, Kepala Sub Bidang di Dinas Pengelola Keuangan Aset Daerah (DPKD) Takalar Abdul Rachman dibawa ke sidang Badan Kehormatan DPRD Takalar.
Ketua BK DPRD Takalar Andi Noor Zaelan tersinggung dengan kata pokir yang ditulis, Rachman di grup whatsaap khusus Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Percakapan itu pun dikroping oleh salah seorang penghuni grup dan akhirnya sampai ke telinga sang legislator.
Tanpa ampun, BK dibawah komandi Andi Ellang, sapaan Noor Zaelan pun langsung menyidangkan Rachman, Kamis 15 Oktober 2020. Padahal, Rachman ke DPRD untuk menghadiri penyerahan RKPD dari Pemkab ke DPRD dalam kapasitas anggota TAPD. Rachman pun disidang di ruang BK tanpa surat pemanggilan.
Lantas apa yang membuat Andi Ellang cs meradang? Informasi yang dihimpun menyebutkan jika pokir yang dimaksud dalam percakapan adalah sebuah proyek pagar kuburan di Dinas Lingkungan Hidup yang dihilangkan dalam APBD 2021 karena ketiadaan anggaran. Proyek bernilai Rp100 jutaan itu diduga menjadi jatah pokir Andi Ellang. Karena ditiadakan, Ketua PDIP Takalar itupun naik pitam.
Kemarahannya pun diluapkan lewat kata- kata tak pantas kepada Rachman saat sidang BK. Rachman mengaku, tidak tahan mendengar ucapan- ucapan Andi Ellang cs yang begitu pedis.
“Gara- gara tulisan pokir saya disidang di BK, tanpa surat saya dipaksa oleh mereka masuk di ruang sidang, saya tidak tahu apa yang membuat Pak Andi Ellang begitu marah,” kata Rachman.
Tanggapan, aktivis Takalar, Syafaruddin mengatakan, pemaksaan ASN untuk disidang di BK tanpa surat sungguh sangat keterlaluan. Ini menandakan jika BK DPRD Takalar tidak mengerti mekanisme dan tidak mengetahui fungsi kewenangan mereka.
“BK DPRD itu fungsi dan kewenangannya untuk menjaga marwah DPRD dan mengawasi etika legislator, kalau begini cara BK, maka BK sendiri yang merusak citra dan reputasi parlemen, bagaimana mau menegakkan tatib kalau mereka sendiri tidak paham mekanisme,” kata alumni salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar itu.
Ia pun meminta DPRD Takalar mengganti Andi Ellang sebagai Ketua BK. Sosoknya yang tempramental dan kerap bermasalah jika dipertahankan di BK akan semakin merusak citra DPRD Takalar.
“Masa hanya gara- gara pokir orang disidangkan di BK, atau jangan sampai Andi Ellang Cs ini penjaga dan pejuang pokir, bukan lagi pejuang kepentingan rakyat, terbukti APBD Perubahan jua tak dibahas dan katanya juga karena pokir,” kata Syafar.
“Andi Ellang ini pernah nyaris dipukul dengan ASN di warkop, maaf adu jotos mungkin lebih baik bahasanya, karena tersinggung Andi Ellang atas nama BK memanggil ASN untuk disidang di BK, apa ini tidak konyol namanya,” terang dia.
Andi Ellang kepada wartawan mengatakan, menyidangkan Rachman karena menyebutkan pokir dalam percakapan di salah satu grup whatsaap. Pokir yang dialamatkan kepada anggota DPRD Takalar itu dianggap menciderai institusi parlemen.
“Kita sidang di BK karena percakapan di grup sosial media yang kita anggap merusak nama baik DPRD Takalar,” kata pria berkumis itu.











