
* Imbau Pemerintah Daerah Bersinergi dengan KementriannnPENASULSEL.COM,BONE – Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan panen raya kedelai di Desa Kajaoliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Kamis (27/12). Desa ini merupakan daerah penghasil kedelai di Kabupaten Bone.nnAndi Sudirman mengharapkan, produksi kedelai terus ditingkatkan dan menjadi kekuatan perekonomian bagi petani di desa ini. Ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan mencari solusi terbaik untuk lebih efektifnya produksi kedelai di desa ini.nnSelain masalah kedelai, Wagub juga menyampaikan kepada masyarakat setempat tentang usaha Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengembalikan kejayaan Kakao, termasuk di Kabupaten Bone.nn”Alhamdulillah, tahun ini kita juga sudah mendapat bantuan dari Kementrian Pertanian sebanyak enam juta pohon bibit baru yang sudah disalurkan di Kabupaten/Kota,” ucap Andi Sudirman.nnDi tahun 2019, rencananya akan ditambah sembilan juta pohon. Jadi, terdapat 15 juta pohon yang kedepannya akan ditanam di tahun 2019 untuk peremajaan.nn”Menurut laporan dari masyarakat, salah satu solusi yang cukup bagus adalah peremajaan,” tuturnya.nnPemprov Sulsel, kata Andi Sudirman, bersinergi dengan Kementrian Pertanian, untuk melakukan peremajaan tanaman kakao. “Semoga dengan bantuan itu, kita bisa memperlihatkan produktivitas kita meningkat, khususnya Kakao di Sulsel,” harapnya.nnSelanjutnya, Andi Sudirman juga membeberkan terkait produksi padi. Dirinya mencoba menggalakkan pemakaran-pemakaran padi, dan mengupayakan ini bisa tersebar enam regional di Provinsi Sulsel. “Sehingga, kita lebih perhatikan benih, dan bibit yang unggul,” bebernya.nn”Setelah kita berikan benih yang unggul, yang harus diperhatikan adalah sumber air. Karena, percuma jika kita berikan bibit, dan benih kalau tidak ada sumber air akan sia-sia,” lanjutnya.nnUntuk itu, kata Andi Sudirman, pertama kali dirinya kunjungan kerja di Bone, yang pertama ia lakukan adalah berkomunikasi dengan Kadis SDA dan infrastruktur untuk fokus 250 ribu hektare sawah tadah hujan untuk dicarikan solusi pemetaan kembali.nn”Sehingga kedepannya, kita berharap tidak melihat lagi skop-skop kerja tetapi melihat yang mana lebih prioritas itu yang lebih utama, dan bersinergi dengan Kabupaten/Kota, Provinsi Sulsel dan Kementrian untuk lebih efektif,” tandasnya.nnDalam kunjungannya, turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sulsel Fitriani, Camat Barebbo Andi Asman Sulaiman, Dandim, Danrem, Bupati Bone A Fahsar M Padjalangi, Direktur Akabi. (*)










