
MAKASSAR – Perkembangan dunia kampus dan dinamika organisasi di dalamnya menjadi miniatur Negara sebagai organisasi yang memiliki struktur dan kultur masyarakat yang beragam.
Bagi Mahasiswa yang berproses mendapat tempaan di organisasi kampus secara akademik, lalu disiplin keilmuannya berperan penting agar berdampak secara sosial tentu saja akan memiliki transformasi kepemimpinan yang relevan di segala kondisi zaman yang akan dihadapi.
Rudianto Lallo, Anggota DPR-RI Komisi 3 yang membidangi penegakan hukum menceritakan perjalanan hidupnya ketika berstatus Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar pada acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR-RI (Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Rumah Aspirasi Anak Rakyat, Jl. AP. Pettarani No. 5 C, Kota Makassar.
Dihadapan seluruh Mahasiswa yang menjadi peserta dari berbagai latar belakang kampus, Anggota DPR/MPR-RI Fraksi Partai NasDem Rudianto Lallo menjelaskan bagaimana ia sejak Mahasiswa aktif menyuarakan isu-isu Nasional maupun Lokal sebagai seorang Demonstran dan Ketua Senat Mahasiswa Hukum Indonesia Regional Kawasan Timur Indonesia.
“Mahasiswa hari ini harus memiliki kekuatan karakter Kepemimpinan Transformatif, fokus pada inspirasi dan motivasi serta komitmen pada nilai-nilai kebenaran meskipun kita digoda oleh oknum-oknum yang dapat mengkapitalisasi idealisme. Saya yakin interaksi seperti itu akan kalian hadapi, disitulah letak Nilai dan komitmen anda diuji sebagai Negarawan”, ucapnya.
Mahasiswa sebagai agen perubahan dan sosial control memiliki peran strategis yang sekaligus menjadi harapan bangsa tampuk kepemimpinan Negara di masa yang akan datang. Olehnya itu, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa mencapai potensi tertinggi mereka dan membangun karakter yang berintegritas.
“Nilai-Nilai Empat Pilar Kebangsaan dan Karakter Kepemimpinan Transformatif diharapkan menjadi landasan filosofis yang dapat membentuk pola pikir Mahasiswa agar tidak terjebak pada target akademis jangka pendek, akan tetapi jauh lebih visioner dan adaptif berkontribusi memecahkan masalah sosial”, pungkasnya.











