
MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, H. Jufri Pabe, mendorong terwujudnya Makassar sebagai kota yang ramah bagi ibu menyusui melalui Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif. Sosialisasi angkatan kedua ini digelar di Hotel Grand Imawan Makassar, Senin (28/04/2025), dan menghadirkan dua narasumber, yakni Melani Mustari dan Shinta Mashita Molina.
Dalam sambutannya, Jufri Pabe menyampaikan apresiasi kepada peserta yang hadir sembari menegaskan bahwa terciptanya lingkungan yang mendukung ibu menyusui merupakan tanggung jawab kolektif.
“Saya mengajak semua yang hadir di sini untuk memahami betul bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama adalah hak dasar setiap anak dan tanggung jawab bersama antara keluarga dan masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Perda ASI Eksklusif hadir sebagai pedoman bagi masyarakat dalam memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, sekaligus memperkuat peran semua pihak—baik keluarga, tenaga medis, hingga lembaga swasta—dalam memastikan fasilitas pendukung bagi ibu menyusui tersedia secara merata.
Jufri menekankan bahwa cita-cita menjadikan Makassar sebagai kota ramah ibu menyusui membutuhkan sinergi antara pemerintah, keluarga, dan dunia usaha.
“Bukan hanya tugas ibu, ayah, keluarga besar, bahkan dunia usaha dan pemerintah harus bersinergi untuk memastikan fasilitas mendukung pemberian ASI tersedia di mana-mana,” tambahnya.
Ia berharap sosialisasi ini dapat memperkuat implementasi perda sekaligus melahirkan generasi Makassar yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
Narasumber pertama, Melani Mustari, menjelaskan aspek regulasi Perda Nomor 3 Tahun 2016 yang terdiri dari 16 bab dan 37 pasal, termasuk pengaturan hak, kewajiban, serta sanksi administratif bagi pihak yang tidak memenuhi standar pemberian ASI eksklusif.
Sementara itu, Shinta Mashita Molina menguraikan latar belakang lahirnya perda tersebut. Ia mengingatkan bahwa Makassar pernah menghadapi persoalan gizi buruk dan tingginya angka kematian bayi pada 2010, sehingga diperlukan kebijakan tegas untuk memperkuat kesehatan ibu dan anak.
“Kolostrum, cairan pertama ASI, mengandung gizi paling tinggi yang tidak bisa digantikan oleh susu formula manapun. Ini pencegahan pertama stunting dan infeksi sejak bayi lahir,” jelas Shinta.
Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, Jufri Pabe menargetkan Makassar mampu menjadi kota yang tidak hanya peduli pada kesehatan anak, tetapi juga memberi ruang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh ibu menyusui.











