
PENASULSEL.COM,MAKASSAR — Saksi persidangan Gubernur Sulsel non aktif, Prof HM Nurdin Abdullah mengungkap fakta tak memiliki hubungan bisnis apapun dengan NA. Sumbangan pembangunan ke beberapa masjid adalah bentuk sedekah untuk memunuhi kebutuhan sarana ibadah masyarakat setempat.nnHaeruddin yang merupakan pemilik PT Lompulle dengan tegas mengaku tidak pernah mengerjakan proyek di lingkup Pemprov Sulsel. Apalagi jika disebut memiliki hubungan bisnis atau utang piutang dengan Nurdin Abdullah.nn”Di Pemprov tidak pernah saya kerjakan proyek. Kalau di Soppeng iya pernah. Pada saat itu ada lelang dan kami ikut di LPSE. Tidak ada pembicaraan sebelumnya dengan Pak NA,” bebernya di Ruang Sidang Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (5/8/2021).nnDihadapan Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino, Haeruddin membenarkan jika dirinya memang mengenal Nurdin Abdullah satu sama lain. Pernah satu kali melakukan diskusi.nnSaat ditanya oleh JPU KPK, apakah pernah dimintai sumbangan oleh Nurdin Abdullah untuk pembangunan masjid? Haeruddin membenarkan hal tersebut.nnIa bersaksi, jika dirinya pernah dihubungi oleh Syamsul Bahri untuk bertemu dengan Pak Nurdin Abdullah. Pertemuan berlangsung kurang lebih 10 menit di Kantor Gubernur Sulsel. Saat hendak pulang, ia ditawarkan menyumbang untuk pembangunan beberapa masjid.nn”Kalau ada rezeki bisa dibantu pembangunan beberapa masjid. Salah satu masjidnya ada di pucak,” kata Haeruddin menirukan perkataan Nurdin Abdullah kala itu.nnHaeruddin pun sigap menerima permintaan tersebut. Menurutnya, menyumbang untuk kepentingan rakyat adalah bentuk sedekah.nn”Saya jawab siap. Saya bilang Rp1 miliar. Saya ingin bersedakah. Apalagi beliau (NA) bilang bangun beberapa masjid yang anggarannya cukup besar,” tambahnya.nnJPU KPK pun kembali bertanya, jika seandainya Pak Syamsul Bahri yang menawarkan sumbangan, apakah Haeruddin akan tetap memberikan dengan nilai sebesar itu?nn”Saya sudah percaya dan saya ingin membantu dan sedekah. Saya sering memberikan bantuan dengan nilai besar,” jawabnya tegas.nnIa kemudian melanjutkan, Syamsul Bahri datang ke rumahnya untuk mengambil uang senilai Rp1 m tersebut. “Saya serahkan secara tunai kepada Syamsul Bahri. Setelah itu saya tidak konfirmasi lagi karena saya yakin uang itu digunakan untuk masjid,” tambahnya.nnSaat diberi kesempatan untuk berbicara oleh Hakim Ketua, Ibrahim Palino. Terdakwa Gubernur Sulsel non aktif, Prof HM Nurdin Abdullah meluruskan sejumlah keterangan saksi, khususnya terkait pertemuannya dengan Haeruddin di Kantor Gubernur.nnNA menjelaskan, pertemuannya untuk memberikan apresiasi kepada Haeruddin atas pekerjaan yang telah diselesaikan di Kabupaten Soppeng dengan sangat baik.nn”Saya tahu Pak Haeruddin adalah orang dermawan dan sosial. Saat itu saya bilang kalau memang ikhlas dan mau beramal. Saya lagi bangin masjid di Kompleks Unhas yang anggarannya mencapai Rp25 miliar. Beliau iyakan,” terangnya.nnSeperti yang diketahui, Gubernur Sulsel non aktif, Nurdin Abdullah dikenal sebagai sosok yang cintadengan masjid. Bantuan pembangunan rumah ibadah untuk umat islam itu sering disalurkan, bahkan merata hingga ke pulau terpencil.








