ADS

Kalah di Pileg dan Pilkada, Kader Golkar Dorong Figur Baru

  • Bagikan
ADS

PENASULSEL.COM,MAKASSAR– Partai Golkar Kota Makassar segera berbenah dalam memperbaiki posisinya yang sedang tidak beruntung belakangan ini. kekelahan pada pesta politik dipemilihan legislagif 2019 dan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2020 lalu menjadi tamparan keras untuk pengurus partai.nnKekalahan telak partai berlambang beringin itu menjadi pelajaran berharga serta menjadi pekerjaan rumah bagi kader partai itu segera berbenah dalam memperbaiki posisinya.nnPolitisi senior Partai Golkar Makassar Wahab Tahir angkat bicara atas kegagalan Partai Golkar mempertahankan posisi penguasa DPRD Kota Makassar yang diruntuhkan dominasinya oleh Partai Nasdem. Olehnya itu Legislator tiga periode itu mendorong calon pemimpin baru yang energik agar mampu membangkitkan serta menjadi warna dan gaya baru di tubuh Golkar.nn”suara pemuda saat ini adalah suara yang mendominasi di pemilihan. saya sebagai salah satu senior di Golkar memberi legasi, kita lakukan proses ini lalu memberikan orang yang mampu memimpin kota Makassar. Karena ini memberi warna baru di Golkar ini, Golkar yang lebih bagus lebih baik,” katanya.nnWahab yang juga selaku Ketua Komisi D DPRD Makassar ini tak menampik atas kekalahan yang terjadi di dua kontes politik, Olehnya itu, Wahab meminta agar pihaknya tidak berpangku tangan, melainkan instrospeksi diri serta mencarikan solusi terbaik agar Partai Golkar kembali menjadi partai yang diperhitungkan.nn”Sehingga saya mendukung adanya reformasi total ditubuh Partai Golkar,” tegas Wahab Tahir.nnDia menjelaskan reformasi total itu penting, pelajaran di Pileg dan Pilkada cukup menjadi pelajaran, sebab semua itu tidak lepas dari tanggungjawab seluruh pengurus partai Golkar Makassar, dasar itu, Wahab menilai sudah saatnya regenarasi itu dilakukan mulai saat ini.nn”Seluruh pengurus, termasuk Ketua Partai harus legowo dan tidak memaksakan diri, sebab jika ingin menjadi salah satu partai yang diperhitungkan dan diterima oleh seluruh kalangan, maka saatnya berbenah, itu adalah kuncinya,” tambah WahabnnKendati demikian, Wahab menuturkan jika selama ini suara Golkar masih dipegang basis tradisional. Olehnya itu, dibutuhkan pemimpin baru , yang diharapkan mampu menyajikan gaya komunikasi baru dan diterima oleh tingkat kader.nn”Dia punya kemampuan manajerial bukan hanya kemampuan manajemen konflik tapi dia punya kemampuan manajerial yang kemudian memfungsikan kader Golkar pada proporsinya. Kalau kita mau survive keluar dari tekanan ini kita harus berbenah, sebagai senior di Golkar saya meletakkan legasi itu menyatakan diri tidak bersedia maju dan memberikan kesempatan kepada yang muda yang mampu punya kreatifitas lebih bagus, dan diterima semua kalangan,” pungkasnya

ADS
  • Bagikan