
PENASULSEL.COM,MAKASSAR–Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada Rabu hari ini, 1 Mei 2019 sedianya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperhatikan nasib kaum buruh, termasuk mereka yang mengabdi di lingkup pemerintahan.nnSeperti halnya nasib sekitar 150-an tenaga honorer di lingkup Sekretariat DPRD Kota Makassar yang hingga hari ini belum juga menerima upah.nnSejumlah tenaga honorer di Kantor DPRD Makassar mengaku sudah empat bulan belum menerima upah sejak Januari hingga April tahun 2019.nn“Belum, kami belum terima sejak Januari pak,” beber salah satu tenaga honorer yang enggan dipublish identitasnya.nnDia menyebutkan bahwa upah yang diterima setiap bulannya mencapai Rp850 ribu rupiah di luar potongan tunjangan hari tua sebesar Rp150 ribu.nn“Totalnya satu juta, tapi ada potong seratus lima puluh ribu, jadi yang diterima setiap bulan delapan ratus ribu saja,” bebernya lagi.nnDikonfirmasi terpisah, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali membenarkan informasi tersebut.nn“Ya betul, sudah empat bulan mereka mengabdi dan bekerja dan belum dapatkan gaji,”nnAra juga meminta Wali Kota Makassar tak lepas tangan dalam masalah ini.nn“Saya berharap Pak Wali Kota bisa memperhatikan mereka, kasian mereka punya keluarga dan punya anak,” harap legislator Demokrat itu.nnHingga berita ini diturunkan, Sekretaris DPRD Makassar belum dapat dikonfirmasi perihal keluhan para tenaga honorer tersebut.









