ADS

Kusmiarso: Ekonomi Sulsel Terus Tumbuh Tinggi Tanpa Kepanasan

  • Bagikan
ADS

PENASULSEL.com MAKASSAR — Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono berkunjung ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cabang Sulsel Jalan Jendral Sudirman Makassar untuk mengetahui Evaluasi Kondisi Ekonomi dan Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Triwulan II dan Prospek Tahun 2018-2019, Kamis (30/8).nnSedianya pihak BI yang berkunjung ke Kantor Gubernur Sulsel, karena padatnya acara gubernur, Sumarsono meminta berkunjung ke Kantor BI.nnLaporan dan bahan masukan ini akan digunakan dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Sulsel.nn”Secara umum sampai hari ini kondisi perekonomian khususnya pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan relatif masih menyakinkan dan insya Allah terus di atas Nasional, angka nasional 5,3 persen, sementara kita 7,38 persen. Jadi status di atas nasional sehingga ini memberikan optimisme kondisi di Sulawesi Selatan sebagai upaya penguatan sebagai gerbang Timur Indonesia,” kata Sumarsono.nnPermasalahan terkait dengan inflasi juga dibahas. Masih terkendali dan target pemerintah.nn”Inflasi kita relatif pada beberapa angka masih dalam target, dalam kendali itu ada ruang plus-minus diantara koridor itu kalau kita berada di area koridor itu Ya namanya juga masih dalam target,” sebutnya.nnAdapun laporan, Direktur Eksekutif BI Cabang Sulsel, Bambang Kusmiarso diantaranya, laporan pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan II 2018 sebesar 7,38 persen year over year (yoy), tumbuh stabil dibandingkan sebelumnya 7,37 persen (yoy).nn”Kita bahas terkait perkembangan ekonomi Sulsel selalu berada pada pertumbuhan nasional, ini menunjukkan ekonomi Sulsel mampu terus tumbuh tinggi tanpa kepanasan, mesin ekoniminya luar biasa. kita terakhir di atas tujuh persen,” paparnya.nnIa memaparkan, tahun 2015 masih Sulsel pada peringkat kelima untuk pertumbuhan ekonomi, 2016 peringkat ke tiga, 2017 masuk kedua, untuk triwulan ke II 2018 masuk peringkat empat, setelah Papua, Papua Barat dan Gorontalo.nnPertumbuhan ekonomi didorong oleh akselerasi ekspor luar negeri sejalan dengan harga komoditas ekspor utama yang membaik.nnSelain faktor tersebut, pertumbuhan ekonomi Sulsel juga didorong oleh lapangan usaha pertanian sejalan dengan panen raya, serta lapangan usaha perdagangan dan akomodasi yang meningkat didorong oleh Hari Besar Keagaman Nasional (HBKN).nnPertumbuhan ekonomi Sulsel tersebut menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi nasional yang terus meningkat, tercermin dari peringkat pertumbuhan Sulel tertinggi ke-4 dari 34 provinsi.nnSementara itu, Inflasi Sulsel selama periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2018 relatif terkendali.nnSecara tahunan, inflasi pada triwulan ll 2018 tercatat sebesar 4,13 persen (yoy), lebih rendah rata-rata tiga tahun terakhir 5,52 persen (yoy).nnSecara khusus, Gubernur BanknIndonesia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Selatan atas berbagai upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan dan mengucapkan selamat kepada TPID Kota Makassar sebagai TPID Terbaik 2017 tingkat Kabupaten/Kota yang disampaikan langsung oleh Presiden RI pada forum TimnPengendalian Inflasi Nasional di Jakarta tanggal 26 Juli 2018.nnUntuk mendorong Sulsel sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional dan Simpul Jejaring Akselerasi Kesejahteraan kawasan, serta sejalan dengan arahan Presiden RI, Bank Indonesia menyampaikan beberapa saran.nnBeberapa kebijakan dapat dilakukan, diantaranya menjaga proses pembangunan dan penyelesaian infrastruktur tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditentukan.nnMendorong adanya paket kebijakan untuk menarik investasi industri berorientasi ekspor. Serta, mendorong munculnya sumber pertumbuhan baru melalui hilirisasi komoditi unggulan berorientasi ekspor berbasis sumber daya alam, agro industri, serta mendorong pengembangan pariwisata dalam rangka meningkatkan penerimaan devisa nasional.nnJuga mendorong penelitian, pengembangan, dan kemitraan di sektor hulu untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditi unggulan. Mendorong soft infrastruktur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui pelatihan dan pendidikan.nnYang tidak kalah pentingnya adalah melakukan pendampingan kepada pelaku perkebunan dan perikanan untuk meningkatkan produktivitas dalam rangka mengimbangi permintaan pasar lokal maupun global.nnMendorong ekonomi syariah dan ekonomi digital di Sulawesi Selatan, antara lain pengembangan finance(keuangan), food (makanan), fashion (pakaian). funtrepreneur(wirausaha), dan fundutainment (pendidikan/pesantren).nnSelain itu, untuk menjaga inflasi Sulsel hingga akhir 2018, beberapa kebijakan akan ditempuh antara lain menerapkan strategi 4K, yaitu, ketersedian pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi menjaga ekspektasi.nnDalam kaitan tersebut, beberapa langkah yang dapat ditempuh antara lain, meningkatkan produktivitas komoditas pangan yang memiliki persistensi inflasi tinggi seperti beras dan daging sapi. Selain itu, komoditas telur ayam ras dan cabai merah yang masih berpotensi mengalami kenaikan harga di akhir tahun 2018 perlu dipastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusinya serta mendorong perdagangan antar daerah. Dalam hal harga meningkat diluar batas kewajaran, perlu dilaksanakan sidak ataupun operasi pasar ke pasar tradisional dan pasar modern.nnMemperluas gerakan tanam cabai, tomat, kangkung, bawang merah dan komoditas utama penyumbang inflasi lainnya dengan memanfaatkan lahan lapang antara lain pekarangan atau jalan lingkungan (lorong).nnMengoptimalkan pasar induk beras di Makassar yang diinisiasi oleh Bulog sebagai acuan harga beras sehingga gejolak harga di daerah lain tidak menarik harga beras di Sulsel lebih tinggi.nnTim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Sulsel semakin memfokuskan pada pengendalian komoditas volatile food yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi hingga akhir tahun 2018 antara lain beras, cabai rawit, cabai merah, ikan bandeng, daging ayam ras, dan telur ayam ras.nnMembangun sentra komoditas perikanan khususnya ikan bandeng, ikan layang dan ikan teri melaluinpemanfaatan tempat pelelangan ikan yang difungsikan sebagai pusat penjualan.nnTerakhir, penyediaan atau pemanfaatan cold storage sebagai tempat penyimpanan komoditas perikanan. (*)

ADS
  • Bagikan