
PENASULSEL.com MAKASSAR – Upacara Pengibaran Bendera merah putih dalam rangka peringatan HUT RI ke 73 di lapangan Karebosi, Makassar, Jumat, (17/8), berlangsung hikmat.nn
nnAndi Sitti Anisya Raihana asal SMAN 5 adalah pembawa baki yang merupakan putri dari ibu Sri Sugiati dan Bapak Andi Firmansyah Arsyad. Selanjutnya bertindak sebagai komandan kelompok yakni Wahyu Erlangga asal SMK Tipe Penerbangan Hasanuddin Makassar, putra Ibu Riswayanti dan Bapak Sirajuddin.nn
nnArya Cakra Manggala Hafsya dari SMK Kartika Makassar sebagai penggerek bendera, adalah putra dari Ibu Ana Waode dan Bapak Sertu Ansyar. Muhammad Qholbi Al Karim dari MAN 2 Makassar sebagai pembentang, merupakan putra dari Ibu Yusmita Utami Dewi dan Bapak Ir Wahyu Prabowo.nnJika terlihat dari atas, 70 anggota Paskibraka ini membentuk formasi burung garuda. Garuda melambangkan sikap yang tangguh, gigih, dan semangat juang yang tinggi. Burung garuda terdapat kebhinnekaan di dalamnya berarti keberagaman dari anggota paskibraka, dan merekalah sayap-sayap sang garuda yang akan membawa generasi bangsa menjadi generasi cinta tanah air.nnAda pun Komandan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dikomandoi oleh Letnan Marinir Asep Hamdan dari TNI angkatan laut marinir.nnSementara itu, tampil sebagai pembaca teks proklamasi kemerdekaan RI yakni Ketua DPRD Kota Makassar Farouk M Betta.nnDalam upacara peringatan HUT Proklamasi kemerdekaan RI itu, Danny Pomanto membacakan pidato seragam gubernur Sulsel. Proklamasi kemerdekaan tahun ini mengusung tema “kerja kita prestasi bangsa” yang terinspirasi dari kata kerja dan energi.nn”Kata kerja berarti adanya pergerakan atau diartikan aktif, kemedian kata energi tenaga dan daya untuk bekerja,” ucap Danny membacakan teks seragam pidato Gubernur Sulsel.nnKerja dan energi menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi yang kemudian disimbolkan dalam garis dinamis sehingga memiliki arti satu kemajuan dalam bekerja. Sekaligus melambangkan semangat dan optimisme untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi dunia.nn”Logo tersebut disesuaikan dengan pagelaran Asian Games ke 18 di Jakarta dan Palembang. Indonesia dipercaya kembali menajadi tuan rumah Asian Games setelah 56 tahun. Kemeriahannya jangan hanya dirasakan di lokasi namun harus dirasakan seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke,” lanjutnya.nnHal tersebut juga akan meninggalkan legacy dan membawa dampak positif yang besar bagi bangsa Indonesia sebut saja dari sisi dampak sosial, ekonomi, budaya dan pengetahuan dari negara maju Asia bahkan dunia.nnMelalui momen kemerdekaan ini juga Danny menyampaikan saatnya mempersatukan tekad dan semua yang dimiliki untuk menjadikan Sulawesi Selatan sebagai poros utama pembangunan nasional demi mewujudkan pemerintahan bersih, demokratis harmonis serta taat hukum sebagaimana tercantum dalam lirik mars Sualawesi Selatan.nnDari tempat tersebut, Danny Pomanto melanjutkan upacara pengibaran bendera di atas ponton terapung pantai losari, dan setelahnya di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. (*)










