
penasulsel.com/,MAKASSAR – Hari ke-4 Reses masa sidang III tahun 2021/2022, anggota DPRD Sulsel dari fraksi Golkar, Debbie Purnama Rusdin Tatap Muka dengan warga Kecamatan Makassar, Senin (06/06/2022).
Temu konstituen yang berlangsung Hotel Aswin Jl. Gunung Latimojong Makassar, warga dominan mempertanyakan terkait permasalahan pendidikan.
Adapun suputar permasalahan pendidikan yang diadukan yakni sistem PPDB, Pendidikan Bagi Anak Autis dan Permintaan Fasilitas Sekolah PAUD, hingga pembangunan sekolah di Kecamatan Makassar.
Seperti Fadli, warga Bara Baraya Utara itu mengeluhkan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi yang menjadi kendala untuk menyekolahkan anak.
"Adanya sistem Zonasi dalam PPDB menjadi kendala untuk orang tua menyekolahkan anaknya di Kecamatan Makassar, apalagi di Kecamatan ini tidak ada sekolah SMA," keluhnya
Sementara Sugiarti warga Maccini Gusung yang mengajar sebagai guru PAUD di Kompleks Perumahan Gubernur Paccerakkang Daya, menilai sekolah PAUD dianak tirikan karena minimnya fasilitas.
"Ini bukan rananya Ibu Dewan, karena sekolah PAUD, tapi saya minta disampaikan kepada pemerintah agar sekolah PAUD diberi perhatian, seperti sekolah tempat saya mengajar di Kompleks Perumahan Gubernur Paccerakkang Daya, minin fasilitas, terkesan dianak tirikan," ucap Sugiarti.
Debbie Rusdin menanggapi keluhan warga, menyampaikan bahwa zonasi jangan jadikan halangan untuk menyekolahkan anaknya.
"Setiap Zonakan ada beberapa pilihan, jangan juga mengharuskan yang sekolah dekat dengan rumah, seperti banyak yang mau sekolah di SMA 1, pastikan tidak bisa semua di tampung. Kita terima saja, dimana anakta lulus, jangan persoalan zona anakta tidak sekolah. Jangan sampai putus sekolah anakta. Terkait tidak adanya sekolah SMA di Kecamatan Makassar, pemerintah akan carikan solusi," ujap Debbie Rusdin.
Sementara terkait fasilitas PAUD yang minin dan pendidikan untuk anak autis Debbie Rusdin akan menyampaikan hal ini kepada pihak pemerintah terkait.











