
PENASULSELSEL.COM,TAKALAR — Saksi mata yang menyaksikan langsung pengeroyokan terhadap tiga aktivis HMI di Alun-alun, Makkatang Dg Sibali Takalar pada Rabu 24 November 2021 menyebut Ketua APDESI Takalar Wahyuddin Mapparenta sebagai aktor utama.
Bahkan, Wawan, sapaan Wahyudin sempat memegang kera baju salah satu korban pengeroyokan sebelum puluhan massa yang dibawa mantan Kepala Desa Aeng Batu-Batu, Galesong Utara itu menghajar ketiga aktivis yang dikenal vocal itu. Ketiga aktivis itu diketahui sangat gencar mengusut keterlibatan Wawan dalam dugaan penyalahgunaan dana CSR di Galesong Utara yang saat ini bergulir di Polda Sulsel.
"Jadi Wawan datang bersama sekitar 60 sampai 70 orang dan langsung mendatangi tempat duduk Asman dkk (korban pengerokan) yang siang itu sedang ngopi di Alun-alun, Wawan bahkan sempat memegang kera baju dari Hasman, sebelum massa yang dibawa Wawan melempar kursi dan memukul dari belakang," kata saksi mata yang minta namanya dirahasikan, Minggu 29 November 2021.
Ia menegaskan, jika Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar Muhammad Kasim, bersama rekannya Asman dan Yusril tidak memberikan perlawanan berarti karena jumlah Wawan dkk jauh lebih banyak. Mereka (korban) pun terpaksa menyelamatkan diri usai dihajar oleh massa yang sangat beringas.
"Tak ada perlawanan dari Asman dkk, kalah jumlahki tawwa, makanya menyelematkan diri," ujar saksi yang juuga sedang ngopi di Alun-alun saat kejadian.
Akibat kejadian itu, ketiga aktivis itu mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Sebelumnya Asman yang sempat dikonfirmasi membenarkan dirinya dikeroyok. Ia pun mengaku, telah melaporkan kejadian itu ke Polres Takalar meski sampai saat ini pelaku belum juga ditangkap.
“Selain saya, ada dua orang lagi yang ikut dikeroyok massa, termasuk Sekum HMI Cabang Takalar, kita sudah lapor ke Polres, kita tunggu tindak lanjutnya, harapannya kami adalah pelaku dan otak pengeroyokan harus ditangkap, bagaimanapun cara- cara premanisme seperti ini tak dibenarkan, apalagi dengan niat membungkam suara- suara kritis,” ungkap Asman.
Asman mengatakan, jika banyak saksi mata yang melihat kejadian pengeroyokan itu. Ada banyak pengunjung serta pemilik warung di Alun-alun yang bisa dijadikan saksi "pertarungan" tak seimbang itu.
"Jadi ini pelaku (Wawan dkk) berusaha menggiring jika yang terjadi adalah perkelahian sesama aktivis, padahal ini murni pengeroyokan, di mana logikanya perkelahian antara tiga orang berhadapan dengan massa yang jumlahnya di atas 50 orang," ungkap dia.
Ketua APDESI Takalar Wahyuddin Mapparenta yang dikonfirmasi penasulsel.com/, melalui via seluler tidak dapat dihubungi.









