
Penasulsel.com, MAKASSAR — Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo membakar semangat pemuda Kota Makassar untuk melakukan aktualisasi diri dalam melakukan perubahan. Hal ini dilaksakananakan saat melakukan Sosialisasi Perturan Daerah nomor 6/2019 Tentang Kepemudaan di Hotel Maleo Makassar.
“Pemuda hari ini cermin bangsa masa depan. Jika pemuda hari ini pemalas maka tunggu bangsa indonesia akan ditimpa masalah besar,” Tegas Rudianto Lallo saat membuka agenda Sosper Kepemudaan di Hotel Maleo Makassar, 19/9/2021.
Dia menjelaskan peran pemuda dalam membangun bangsa indonesis sangat besar. Bangsa indonesia ini telah dibesarkan oleh pemuda yang bersatu melawan penjajah. Olehnya itu, Pemuda saat ini tidak boleh fassif. Harus bangkit dan bangun mengejar mimpi mimpi.
“Bangsa ini besar tergantung dari pemudanya. jika pemudanya kreatif, cerdas dan berdaya saing maka yakin kita bisaandiri dari segala hal. Ekonomi akan tumbuh secara signifikan jika pemuda terlibat didalamnya,” kata Rudianto Lallo.
Kepala Bidang Keolahragaan Dispora Makassar, Azhar Anwar menamanhkan dalam perda nomor 6/2019 sangat tegas apa peran, tanggungjawab dan hak Pemuda. Pemuda didambakan untuk berperang aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dam agen perubahan dalam segala aspek pembangunan.
“Pemuda tidak boleh berdiam menunggu ajakan untuk berpartisipasi dalam pembangunan, tapi pemuda yang sebenarnya itu adalah yang aktif membangunkan pemerintah untuk terus berjuang dalam mensejahterahkan perekonomian kerakyatan,”kata Azhar Anwar.
Dia juga menjelaskan peran aktif pemida sebagai kekuatan moral harus menumbuhkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan. menjadi pilar utama dalam menjalan kedisiplinan dan nasionalisme ditengah kehidupan masyarakat.
“Jadi pemuda harus menjadi contoh, pemuda tidak boleh melakukan perbuatan immoralitas yang dapat merusak citra. pemuda harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Anwar Majid menambahkan ada tiga hal yang merusak generasi hingga saat ini. Pertama minimnya minat pemuda dalam melakukan aktualisasi diri dengan lembaga kepemudaan. Sehingga ada banyak kasus pemuda selaku harapan bangsa terjebak dalam perilaku kurang baik.
” Banyak pemuda terjebak dalam aktifitas kenakalan dijalanan, peran antar kelompok hingga terun dalam bisnis narkotika. Semua akibat lingkungan yang tidak mengedapankan etik.
Kedua lanjut Anwar, pemuda juga banyak terjebak dalam issu hoax alias informasinyang direkayasa. Banyak pemuda langsung percaya tanpa melakukan ferivikasi atau cek fakta. Hal ini menurut Anwar didasari akibat kurangnya pendidikan literasi ditingkat bawah. “Literis juga salah bisa menjadi aktifitas baru pemuda dalam mengasa kemampuannya,” tutup Anwar











