
Penasulsel.com, MAKASSAR — Data terakhir Covid 19 semakin menyeramkan, 4210 kasus kematian covid 19 dalam kurung waktu 2-8 Juli 2021.
Dari 4210 kasus kematian Itu, 38,38% diantaranya terjadi di Jawa Tengah dengan total mencapai 1616 kasus kematian.
Secara umum, Mileanies24 memberikan apreseasi tinggi terhadap langkah-langkah yang dilakukan gubernur DKI jakarta Anies Baswedan dalam mengantisipasi melonjaknya kasus kematian covid 19.
"Anies Baswedan menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang antisipatif dan kolabroatif. Anies seungguhnya sudah membaca kemungkinan gelombang kedua Covid-19, sudah mengusulkan PPKM atau PSBB ke Pemerintah Pusat dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya menghadapi gelombang kedua covid 19 ini," kata Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies24, Muhammad Ramli Rahim di Makassar 9/7/2021.
Lanjut Ramli ketika 63 pasien meninggal karena kehabisan pasokan oksigen, Anies justru sudah membangun kolaborasi baik internal maupun dengan eksternal. Pemprov DKI Jakarta menyediakan posko Oxygen Rescue di Monas, Jakarta Pusat dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan oksigen di Jakarta. Tidak hanya itu, Pemprov juga berupaya menjalin kolaborasi dengan pihak lain untuk bisa membantu penyediaan oksigen baik melalui penyediaan tabungnya maupun pengisian tabungnya.
"Dari sisi angka-angka, sangat terlihat hasil kerja Anies Baswedan dan pasukannya di DKI. Meskipun kasus positif covid 19 mencapai 72.348 kasus dalam sepekan namun kasus meninggal hanya 675 kasus atau case fatality rate hanya 0,93%, atau yang paling kecil dari 4 provinsi yang mengalami ledakan covid 19. Bandingkan dengan Jawa Barat di 0,95% lalu Jawa Timur yang mencapai 6,22% dan case fatality rate paling buruk terjadi di Jawa Tengah yang mencapai 6,66%," tutup Ramli Rahim.











