
JAKARTA – Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah melaporkan perkembangan terkini kondisi Kabupaten Luwu Utara khususnya sektor konstruksi (pembangunan) usai diterjang banjir bandang 13 Juli 2020 lalu.
Nurdin menjelaskan dengan seksama dan secara perinci ke Menteri Basuki sesaat setelah diundang menjadi narasumber Aksi Strategi Nasional Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) Tahun 2019-2020 di Jakarta.
“Saya ingin bangun hunian tetap 50 unit. Nanti yang membedakan adalah luasnya ini tipe 36. Hunian tetap sekarang, Pemprov yang bangun. Kita lagi menunggu dijanjikan oleh PUPR,” kata Gubernur Sulsel, Rabu (26/8).
Selain progres pembangunan di Lutra yang terdampak banjir bandang lalu. Bupati Bantaeng periode 2008 – 2018 ini lanjut melaporkan progres pembuatan jalan dan infrastruktur di Sulsel. Nurdin Abdullah bahkan mengapresiasi langkah yang dilakukan Menteri Basuki dalam hal tanggap bencana.
“Menteri yang sangat care (peduli), bahkan kami tidak pikirkan, beliau pikirkan. Setiap ada bencana, beliau langsung turun ke lapangan dan membagi tugas. Nah inilah bentuk sinergi yang saya sebutkan tadi,” tuturnya.
Diketahui Gubernur NA (akronim Nurdin Abdullah) baru saja melakukan kunjungan kerja di Lutra. Melihat kondisi terkini warga Lutra yang terdampak banjir bandang. Selain meninjau perkembangan pembangunan Huntara (Hunian Sementara) dan Huntap (Hunian Tetap), Gubernur Sulsel juga membawa bantuan untuk korban banjir.
“Ini kali ke 4 berkunjung dan memantau Lutra pasca banjir. Banyak (warga terdampak) berharap Huntap. Dan kita di lapangan putuskan bangun 50 unit. Ini supaya kementerian merealisasikan yah janjinya, anggarannya dari Pemprov, untuk lahan sudah sedia dari Pemda,” ujar Gub NA usai kunjungan kerja di Lutra beberapa hari lalu. (*)











