
penasulsel.com/,TAKALAR- Sekda Takalar Muhammad Hasbi Bantang memiliki ambisi menduduki kursi Penjabat (Pj) Bupati Takalar pasca periode Syamsari Kitta- Achmad Se're berakhir Desember 2022 mendatang.
Bahkan diam- diam, tanpa paripurna dan tanpa sepengetahuan anggota, pimpinan DPRD Takalar telah mengusulkan nama Hasbi Bantang sebagai calon tunggal Pj Bupati Takalar. Pengusulan calon tunggal tanpa melibatkan fraksi diduga hasil "main mata" antara pimpinan DPRD dengan Hasbi Bantang.
Belakangan, pimpinan DPRD Takalar membatalkan usulan itu. Protes anggota DPRD yang merasa dimainkan pimpinan serta keberatan elemen masyarakat membuat usulan itu dibatalkan.
Manuver Hasbi Bantang ini pun dikabarkan mengundang kekecewaan Bupati Takalar Syamsari Kitta. Apalagi selama ini, Hasbi dikenal sebagai pejabat kesayangan yang memiliki tempat khusus, terbukti dengan kariernya yang begitu cepat melesat.
Kini, hubungan Hasbi dengan Syamsari Kitta pun dikabarkan renggang. Kemesraan yang dibangun lima tahun terakhir nyaris berakhir.
Pasalnya, Hasbi Bantang "mengejar" kursi Pj Bupati tanpa berkomunikasi dengan Syamsari Kitta. Bahkan, Hasbi mengurus secara diam- diam tanpa sepengetahuan Bupati Takalar itu.
"Kemungkinan ada pelaksana harian (plh), tapi kita lihat saja perkembangannya," kata sumber yang namanya minta tak disebutkan.
Belakangan, bermunculan nama- nama kandidat Plh Sekda pengganti Hasbi Bantang. Seperti, Plt Kadis Perhuhungan Sirajuddin Saraba, Kadis Pertanian Haris Kulle, dan Sekwan Faisal Sahing.
"Apa yang terjadi di DPRD merupakan sebuah dinamika. Kami sangat apresiasi itu dan semoga polemik ini segera berakhir. Banyak agenda yang lebih besar terhambat. APBD Perubahan belum selesai lalu kita fokus lagi APBD 2023,” kata Hasbi saat pembatalan usulan calin tunggal DPRD Takalar ke Mendagri pekan lalu.











