
Penasulsel.com, MAKASSAR — BONE– Bupati Bone, Andi Fashar Padjalangi menyampaikan dukungannya memperkuat lembaga adat dan Taman Bumi (Geopark) di tanah Bone, dengan menginisiasi dibentuknya prodak hukum melalui Peraturan Daerah (Perda). Tujuannya agar pengembangan budaya di Bone dijamin legalitasnya.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Ikatan keluarga Alumni(IKA) Fisip Unhas itu ,saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang penguatan Lembaga Adat, dan Taman Bumi(Geopark) Bone yan diprakasai Perkumpulan Wija Raja Perwira Bone La Pantai Matanna Tikka, Rabu(3/5) di Hotel Novena Bone.
"Harus legal sebagai produk hukum,” kata Fashar. Ia melanjutkan, dengan adanya payung hukum maka penguatan lembaga adat, termasuk orang-orang yang akan mengisi nantinya harus lebih selektif. Yakni mereka yang paham akan budaya, adat istiadat Suku Bugis di Bone.
”Sejauh mana pekerjaan terkait adat dan siapa yang bisa masuk. Harus yang betul-betul paham adat dan budaya," ungkapnya. Secara pribadi sebagai wija keturunan, ia juga berharap pemimpin Bone kedepan bisa melanjutkan gagasan-gagasan pengembangan adat dan budaya di Bone.
Apalagi modal dasar Bone menjadi ikon kebudayaan di tanah air dikatakannya cukup besar. Bone sebagai daerah yang besar yang kaya akan nilai-nilai, adat dan budaya menjadi pondasi kuat untuk mewujudkannya
"Jangankan daerah lain nusantara, Bone sebagai sebuah kerajaan besar dulu sangat dihargai bahkan sampai di luar negeri. Namun jangan membentuk kerajaan, sebab kita jadi kerdil. Tapi untuk peningkatan kebudayaan misalnya lembaga adat, sangat menjadi prioritas,” ujar Fashar.
Sementara, hadir pakar geologi dan geopark Unhas, Prof. Dr.Eng Asri Jaya HS, S.T.,M.T sebagai narasumber dalam FGD tersebut. Dalam ulasannya ia menjelaskan konsep Bone geopark adalah seluruh potensi wisata alam dan budaya inklut di dalamnya menjadi satu kawasan geopark.
”Salah satu geologi yang unik di Indonesia ada di Sulsel. Seperti potensi air panas dan sejumlah cagar dan benteng tua,” kata Prof Asri. Falsafah geopark menurutnya menciptakan kedekatan antara manusia dan alam.
Dosen Arkeologi FIB Unhas, Yadi Mulyadi menambahkan, geopark di Indonesia, sebenarnya bisa dilihat di Bone. Dimana nilai-nilai luhur bagaimana memuliakan bumi dan menyejahterakan masyarakat merupakan cerminan geopark taman bumi yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi
"Untuk pengembangan geopark secara regulasi atau aturan sangat jelas.Peningkatan kesejahteraan tanpa merusak alam. Nilai gotong royong yang terimplementasi dalam konsep kekinian,” ungkapnya











