
penasulsel.com/ Polman #Dunia Pendidikan Tercoreng ; Bupati AIM di Anggap GAGAL menjadi Mitra Mahasiswa dengan Menolak Mahasiswa KKN UNM
Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman Sulawesi Barat yang menolak mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah tersebut, terus mendapat sorotan dari sejumlah pihak.
Dunia pendidikan tercoreng saat Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) ingin melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Polewali mandar terutama nama besar Polewali Mandar karena penolakan mahasiswa KKN yang di anggap diskriminatif karena bapak bupati tebang pilih.
Disamping itu bapak bupati Polewali mandar Andi Ibrahim Masdar (AIM) yang menangguhkan Mahasiswa KKN asal UNM karena alasan pandemi. AIM telah keliru memaknai skema lock down dan PPKM.
"Sangat disayangkan kampus terbesar di Sulawesi Selatan harus tertolak di tanah mandar karena alasan yang tidak masuk di akal, seharusnya pemerintah Polewali Mandar mampu menghasilkan solusi dari permasalahan yang ada bukan dengan menolak." Ujar mantan ketua PMII UNM Uphy
Tak hanya itu tindakan ini di anggap pemerintah telah gagal memberikan contoh kepada masyarakat dengan kecemasan terlalu berlebihan, apalagi KKN yang dimaksud adalah bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang mana ilmu yang di dapatkan dapat di aplikasikan di masyarakat.
Alumni Universitas Negeri Makassar Uphy juga menyebutkan bahwa pemerintah Polewali Mandar seharusnya menjadi mitra masyarakat bukan menjadi korban dari kecemasan dari bapak bupati AIM karena penolakan ini, terlebih nya hal tersebut juga akan berdampak pada penerus tingkat stafet kedepan. Tegas Mantan Ketua PMII UNM
Seharusnya pemerintah mampu menjadi mitra yang baik dengan Mahasiswa dengan memberdayakan Mahasiswa sebagai jembatan untuk sosialisasi Prokes Covid 19 apalagi pemerintah bisa saja menjadi mitra dalam mengajak masyarakat untuk sosialisasi program pemerintah di Polewali Mandar.(**)









