ADS

Penyekatan Mudik Selesai, Satgas Covid-19 Bantaeng Jaring 10.399 Pengendara Melintas

  • Bagikan
ADS

PENASULSEL.COMBANTAENG– Penyekatan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah selesai. Pembatasan pengendara itu berlangsung mulai 6 sampai 17 Mei 2021.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Bantaeng mendirikan posko di perbatasan Bantaeng – Jeneponto, Rest Area Desa Bonto Jai, Kecamatan Bisappu dan di perbatasan Bantaeng – Bulukumba di Pantai Marina, Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang.

ADS
ADS

Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin mengatakan bahwa upaya proses pengecekan, identifikasi orang yang akan berkunjung ke Bantaeng maupun yang hanya melintas berjalan sesuai yang diharapkan.

“Upaya ini tentu menjadi bagian dari penerjemahan kita di kabupaten Bantaeng akan instruksi untuk pembatasan lintas daerah sekaligus imbauan untuk tidak mudik,” kata dia, Minggu (23/5).

Bagi Bupati bergelar doktor ilmu pemerintahan itu, upaya yang telah dilakukan, mudah – mudahan bisa efektif dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Bantaeng.

“Kita juga saat ini terus menjaga Bantaeng untuk tetap berada dalam zona hijau penyebaran Covid-19,” kata dia.

Diketahui, Bantaeng sejak tanggal 2 Mei sampai saat ini bertahan dalam posisi zero atau nol kasus Covid-19.

Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Bantaeng, di posko perbatasan Bantaeng – Jeneponto sebanyak 8.314 pengendara dicek suhu tubuhnya.

14 orang pengendara mendapat rapid tes antigen, kendaraan roda dua yang melintas 2.498 unit, roda empat 2.513 unit dan 24 kendaraan diminta untuk putar balik karena tidak bisa menunjukkan dokumen perjalanan.

Di posko perbatasan Bantaeng – Bulukumba sebanyak 2.085 pengendara dicek suhu tubuhnya. 26 orang menjalani rapid tes antigen.

Kendaraan roda dua yang melintas 807 unit, roda empat 920 unit, dan 58 pengendara yang putar balik. Total dari pengendara yang terjaring sebesar 10.399.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Bantaeng, dr Andi Ihsan mengatakan, meski penyekatan mudik telah selesai pihaknya terus melakukan tindakan tes Covid-19 (testing), dan penelusuran kontak erat (tracing).

“Jadi saat kami juga melakukan penguatan surveilans di tingkat desa dan kelurahan. Alhamdulillah dalam kurung beberapa hari ini tidak ada yang positif. Termasuk juga pasien – pasien yang dirawat di rumah sakit tidak ada yang positif. Kita berharap (nol kasus) ini bertahan seterusnya,” kata dia.

Di tingkat desa dan kelurahan, kata Andi Ihsan dimaksimalkan Balla Ewako untuk terus melakukan pencegahan. Selain itu, pihak Promkes, Kesling dan Surveilans bergerak secara simultan dalam pencegahan Covid-19.

 

ADS
  • Bagikan