
Penasulsel.com, MAKASSAR — Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar merespon positif rencana pemerintah untuk memangkas tenaga kerja honorer yang dianggap tidak produktif yang ada di lingkup pemerintahan.
Wakil Ketua Komisi A, Nunung Dasniar mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya Pemkot memang harus selektif untuk memutuskan apakah akan memperpanjang kontrak tenaga yang tidak produktif di tahun ini atau tidak. Sebab kata dia tidak sedikit honorer yang hanya tercatat namanya secara administrasi, tetapi orangnya tidak tampak di kantor.
"Honorer yang seperti itu tidak perlu dipertahankan. Putuskan saja kontraknya,"katanya, Selasa(19/1). Menurut Nunung, Pemkot setiap tahun hanya mengeluh soal tidak produktifnya honorer, dan mengancam akan memangkas. Tapi tidak betul-betul dilakukan secara menyeluruh.
"Inikan sudah tiap tahun dikeluhkan, tapi tidak selesai-selesai. BKD harus tegas, jangan karena takut pada orang yang menitipkan honorer itu,"ungkapnya. Sebab kata legislator Gerindra itu, tidak sedikit honorer yang diangkat karena hubungan keluarga, serta titipan dari para anggota dewan karena menjadi tim saat Pileg, tanpa diketahui kompetensinya dan kebutuhan SDM di SKPD terkait.
Olehnya menurut Nunung jika Pemkot serius ingin membenahi masalah SDM khususnya tenaga honorer, sekalian saja BKD lakukan uji seleksi kepada tenaga honorer." Selain mengukur kinerja dengan melihat absensi, yah sekalian dilakukan seleksi kompetensi. Itu lebih profesional. Karena honorer inikan diangkat hanya melalui sistem titip-titipan saja si SKPD,"katanya.
Hal tersebut kata Nunung untuk menentukan honorer tersebut layak tidaknya dipekerjakan. Ke depan lanjut Nunung, perekrutan tenaga honorer ia minta jangan lagi dilakukan oleh SKPD, tetapi BKD lah hang membuka pendaftaran dan menyeleksi mereka. Sehingga profesional dan tidak ada lagi unsur KKN didalamnya.
"Di luar itu banyak yang mau bekerja, mengabdi di pemerintah. Tetapi karena tidak ada akses, tidak ada keluarga di dalam. Makanya tidak bisa masuk. Ini juga penyebab mengapa banyak honorer yang membangkang, malas, mau-maunya karena merasa ada yang melindungi,"ungkapnya.











