
penasulsel.com/,LUTRA– Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan mengakibatkan sejumlah Desa masih terisolasi. Ratusan warga masih membutuhkan bantuan makan dan minum serta pakaian layak untuk bertahan hidup.
Kejadian ini mengundang empatik sejumlah tokoh dalam menunjukkan rasa kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban banjir bandang dan longsor di wilayah Masamba itu. Misalnya, Luthfi A Mutty. Mantan Bupati Lutra itu langsung terpanggil saat mendengar wilayah yang pernah dibangun sejak 1999 sampai 2009 terdampak musibah.
"Insya Allah paling telat Kamis tanggal 16 Juli bantuan sebanyak tiga dari lima truk akan tiba di Masamba," kata Luthfi A Mutty dalam pres realesnya.
Mantan Anggota Komisi II DPR-RI ini menjelaskan saat ini semua tim telah mulai mengumpulkan sejumlah bantuan untuk dikirim ke Masamba. Adapun bantuan yang nanntinya didistribusikan berupa sembilan bahan pokok (sembako) pakaian, sarung dan peralatan lainnya.
"Semoga apa yang kami berikan bisa membantu masyarakat yang terdampak musibah. selain itu kami juga harapkan agar masyarakat sekitar ikut serta dalam membantu saudara-saudara yang saat ini dalam kesusahan," kata Opu LAM sapaan akrab Luthfi A Mutty.
Lihtfi menceritakan, sesuai dengan laporan Media Group jika telah terdapat puluhan korban serta 11 masih dinyatakan hilang dan rafusan rumah rusak berat begitupula kendaraan roda dua dan empat. Selain itu beberapa Desa terisolasi, antara lain Desa Lera, Pincara, Lantang Tallang dan Meli.
"akibat musibah ini, jalan poros trans Sulawesi Palopo ke Luwu Timur juga sempat terputus akibat tertutup lapisan pasir lebih dari 1 meter," ujar Mantan Staf Wakil Presiden RI Budiono.
Diketahui, banjir bandang yang menerjang beberapa kecamatan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai surut pada Selasa (14/7/2020) pagi.
Bencana alam yang terjadi pada Senin (13/7/2020) malam, kini meninggalkan lumpur yang nyaris mengubur sejumlah bangunan, khususnya di Kelurahan Bone, Kecamatan Masamba, ibu kota Kabupaten Lutra.
Tinggi lumpur yang bervariasi mengakibatkan kendaraan roda empat hingga kini belum bisa melintas dari arah RSUD Andi Djemma ke Jembatan Masamba. Begitu juga kendaraan dari arah Tugu Masamba Affair.











