oleh

Kendalikan Inflasi Jelang Natal -Tahun Baru, Gubernur Sulsel Pimpin High Level Meeting

*Lakukan Penguatan Produksi dan Distribusi Kebutuhan dan Pemantauan Harga Secara Intensif

PENASULSEL.COM,MAKASSAR — Inflasi Sulsel sampai dengan Oktober 2019 tercatat 3,36 persen (yoy), berada pada rentang sasaran target inflasi 3,5±1 persen. Tekanan inflasi Sulsel pada akhir tahun diperkirakan mengalami kenaikan sesuai dengan polanya.

Dalam rangka pengendalian inflasi jelang Natal dan Tahun baru, Gubernur Sulawesi Selatan memimpin High Level Meeting (HLM) TPID Sulsel di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 15 November 2019.

Rapat ini dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sulsel, Bupati/Wali Kota dan seluruh anggota TPID di Sulsel, Satgas Pangan, tokoh agama, pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi diharapkan merupakan wujud sinergi dan komitmen bersama untuk menjaga inflasi dalam level rendah dan stabil sebagai salah satu prasayarat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkesinambungan dan berkeadilan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat tiga strategi utama yang diimplementasikan yakni penguatan produksi dan distribusi; penguatan riset dan aplikasi teknologi tepat guna; dan penguatan skim pembiayaan produksi pertanian melalui sinergi untuk 4K (Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga dan Komunikasi Kebijakan).

Secara khusus upaya pengendalian yang telah dan akan dilakukan untuk stabilisasi harga di akhir tahun antara lain: Pemantauan harga secara lebih intensif terutama terhadap komoditas yang sesuai polanya menjadi penyumbang inflasi serta segera melaporkan apabila terjadi gejolak harga sehingga dapat diambil kebijakan dengan segera.

“Sebenarnya inflasi itu kita perlu rapat terus. Perbaiki sektor produksi dan distribusi. Nah, kita bicara produksi banyak item yang harus kita hadirkan, perbankan, teknologi dan sekarang revolusi industri 4.0 harus hadir. Itu yang harus kita lakukan melek teknologi bagi petani dan nelayan,’ Kata Nurdin Abdullah.

Selanjutnya, memastikan ketersediaan pasokan di setiap kabupaten/kota, serta kerjasama daerah surplus dan defisit. Implementasi Early Warning System dan SOP Policy Response terhadap gejolak harga di daerah.

Kunjungan atu sidak ke pasar-pasar tradisional/modern, gudang pengecer, dan sentra distribusi untuk memastikan kewajaran harga dan mengindari tindakan yang memicu kenaikan harga.

Memastikan produsen, distributor, dan agen tetap menjaga ketersediaan kebutuhan pokok secara berkesinambungan dengan harga yang wajar. Kemudian Bekerjasama dengan pemuka agama maupun tokoh masyarakat lainnya untuk mengarahkan ekspektasi masyarakat.

Pengawasan terhadap penyaluran, ketersediaan dan stabilitas harga dan ketersediaan BBM dan LPG 3 Kg bersubsidi. Mempercepat distribusi barang antara lain melalui prioritas transportasi kebutuhan pokok, memperbaiki infrastuktur pada titik jalur distibusi, penyiapan jalur alternatif, menjamin keamanan penyaluran barang kebutuhan pokok. Serta, peningkatan peran OPD/Anggota TPID agar bersifat proaktif terhadap kegiatan terkait upaya pengendalian inflasi.

Dengan upaya pengendalian inflasi tersebut, Inflasi Sulawesi Selatan pada tahun 2019 diperkirakan akan berada pada rentang sasaran target inflasi 3,5±1 persen.

Ke depan, koordinasi akan terus diperkuat disertai dengan langkah pengendalian inflasi yang kongkrit dan inovatif sehingga stabilisasi harga di Sulsel akan tetap terjaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed