oleh

Dua Hari Masyarakat Mamuju Tengah Hanya Bisa Menunggu Air Surut

 

PENASULSEL.com Mamuju Tengah- Sedih dan terharu melihat kondisi masyarakat Mamuju Tengah yang semakin menegangkan, mereka rela tidur di antara genangan air di sekitarnya yang semakin bertambah,untungnya masyarakat di sekitar rata – rata tinggal di rumah panggung sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa.

Tampak pekarangan dan sekitar rumah mereka tergenang banjir yang mengitari seluruh plosok eloknya rata dengan sungai hanya terlihat dimana mana genangan air yang semakin bertambah dan hingga saat ini baru mendapatkan bantuan berupa kesehatan dari pemerintah.

Menjelang dua hari pemerintah belum juga menurunkan armada untuk mengungsikan warga setempat terlihat hanya bantuan perawatan medis saja di temui dilapangan di tambah bantuan individu para pengusaha dan pemilik kekuasaan di DPRD setempat itupun hanya beberapa sehingga tidak bisa menjangkau keseluruhan.

Diperkirakan banjir sudah mencapai angka 3-5 meter di area tertentu terkhusus di beberapa desa yang berdekatan dengan bibir sungai Karama – Tarailu, ini di pantai dari Kec. Pangale sendiri terkhusus di Desa Lemo- Lemo dusun Bajo, Along-Along dan Desa Kombiling serta Karama sendiri di perkirakan masyarakat akan mengeluhkan kebutuhan sehari hingga persedian habis. Selasa, 30/4/18.

Tidak ada korban jiwa yang jatuh namun masyarakat masih mengeluh karena tidak adanya akses menuju tempat yang lebih tinggi di sediakan oleh pemerintah hal ini di perkirakan karena keterbatasan armada serta peralatan yang di standby kan di mamuju tengah sendiri.

“Kami tidak bisa kemana mana dan memilih tidak meninggalkan rumah karena tidak ada akses transportasi di samping itu tingginya air tidak memungkinkan juga untuk berjalan kaki di tambah lagi ada beberapa spot air cukup mengalir deras untuk itu kami hanya bisa menunggu saja bantuan pemerintah sembari menjaga harta benda kami”Ujar Korban Banjir

Akses darat lumpuh total dan warga hanya sibuk menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka, di samping itu ada warga yang melahirkan di tempat pengungsian karen kemungkinan besar akibat kejar kejaran dengan air

Kebutuhan yang sangat mendesak saat ini adalah air bersih dan makanan untuk kebutuhan sehari hari selama dalam posko pengunsian di rumah kerabat mereka, dan di gunung – gunung yang mereka anggap aman untuk menunggu air hingga surut. Namun menjelang 2 hari ini informasi yang di peroleh dari warga air kian tambah naik tidak nampak surut tapi justru bertambah. (*”)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed