Insentif Program “KOTAKU” di Makassar Diduga Disunat, Sejumlah Pekerja Bernyanyi

  • Bagikan

PENASULSEL.com MAKASSAR — Program Nasional Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang dikelola masing masing setiap Provinsi di Indonesia cukup berjalan dengan baik. Program ini bertujuan untuk menyasar rumah dan lorong-lorong yang nampak kurang bersih.

Tak main-main, program kotaku sendiri ini bersumber dari Worlk Bank yang langsung dikelola oleh kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di masing-masing Kota dan Kecamatan seperti pembangunan Drainase serta pembangunan Jalan lingkungan untuk di setiap wilayah yang telah tersalurkan.

bapenda bapenda bapenda

Salah satu program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Makassar menargetkan 90 Kelurahan di tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp: 68,3 Miliar untuk menggenjot Kotaku di beberapa wilayah.

Baca Juga:  Hasil Rekap Kecamatan Selaras dengan Hitung Cepat Pilkada Makassar, ADAMA 41,48%

Dari pantau tim awak media, Program (Kotaku) di Makassar berjalan efesien seperti yang diamanatkan oleh pemerintah Pusat, tapi dalam proses penganggarannya, di duga segelintir pengelola keuangan memotong insentif para pekerja hingga mencapai 50 % dari anggaran yang di salurkan.

Beberapa sumber menyebutkan, Anggaran yang di kelola Dinas PU Kota Makassar melalui Bidang pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) mempekerjakan puluhan orang untuk mendukung kelancaran dari Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Anggaran yang masuk ke Faskel (Fasilitator Kelurahan) yang SI Koordinir oleh BKM dana tersebut, selanjutnya KSM sebesar 75 Ribu perhari dari 120 masa pekerjaan dengan jumlah pengawas dan pekerja sebanyak 56 Orang,” Kata Red.

Baca Juga:  Ratusan Warga Makassar Serbu Disdukcapil Minta Data KTPnya Diaktifkan

Ia menyebutkan bahwa proses pembagian honor yang diberikan oleh koordinator melalui Bendahara PSDA dipotong hingga 50% dari nominal angka yang harus diterima sebesar 9 Juta rupiah. Selain pembagian yang tidak sesuai pemotongan honor yang diterima dari bendahara PSDA dinas PU ini belum ada kordinasi apa maksud dan tujuan pemotongan hak yang mereka telah kerjakan.

Hal serupa juga di katakan Aco (red), selama mengikuti program Kotaku di Kota Makassar tetap mengikuti mandat yang dilakukan oleh Pengawas. Tapi, saat menerima hasil kerja ternyata tidak sesuai yang di harapkan, Malah menurut dia, Honor yang diterima sudah masuk di rekeningnya malah diminta kembali untuk dipotong.

Baca Juga:  Bahas RUU Perlindungan Data Pribadi, Ini Yang di Usulkan Diskominfo Makassar

Perihal adanya Sunnat menyunat oleh Oknum tidak bertanggung jawab, Fuad Selaku Mantan Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) mengaku, bahwa pemotongan itu berdasarkan hasil kerja. “Saya belum kordinasi dengan Kabid penggantiku, Nanti saya kabar ini,” ujar kepada awak media melalui selularnya, Kamis (3/1/2019).

Hingga berita ini turun, Sejumlah Pekerja yang notabene menerima tidak sesuai harapan berencana akan melaporkan hal itu ke Walikota Makassar.

bapenda banner bapenda
  • Bagikan