
penasulsel.com/ MAKASSAR — Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi Sulawesi Selatan menyampaikan belasungkawa dan Turut Berduka Cita atas beberapa Korban tindakan Anarkisme yang dilakukan pihak Kepolisiaan beberapa pekan yang lalu yang menewaskan dua mahsiswa di Sulawesi Tenggara dan beberapa korban luka-luka di daerah lainnya. 17/10
GERTAK SUL-SEL mengecam tindakan keras aparat keamanan yang menyebabkan banyak nya korban luka di kalangan mahasiswa.
Ketua UMUM GERTAK SUL-SEL dalam hal ini A. Nurul Ikhlas Al-Qadri menilai tindakan mahasiswa hari ini itu seolah redup dan terkesan aksi yang dilakukan adalah aksi request, melihat dari factual kondisi hari ini” ujarnya
“Apakah aksi yang dilakukan dari beberapa mahasiswa Indonesia mempunyai kaitan terkait pelantikan Presiden Jokowi-Mar’uf ??? ENTALAH!!!
Nono sapaan akrab dari A. Nurul Ikhlas AL-Qadri Berharap agar Gerakan Mahasiswa hari ini itu tidak di tunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan nono sendiri mengajak seluruh lembaga kemahasiswaan untuk tidak berhenti dalam menyikapi tindakan represif oknum kepolisian dan meminta kepada pihak KAPOLRI untuk meminta maaf secara terbuka atas tindakan-tindakan yang dilakukan oknum kepolisiaan” ungkap Nono
Nono ketua umum GERTAK SUL-SEL akan melaksanakan aksi unjuk rasa dengan isu yang sama mengenai tindakan represif aparat kepolisiaan pada tanggak 19 s/d 20 oktober 2019 dalam aksinya nono minta KAPOLRI segera meminta maaf secara terbuka dan nono pun meminta seluruh elemen lembaga untuk turun bersama untuk menyikapi tindakan represif kepolisiaan










