
penasulsel.com/ MAKASSAR — Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus memutar otak untuk mengatasi keterlambatan dana Bantuan Operasional sekolah yang hingga hari ini, belum juga dicairkan.
Kepala SMPN 3 Makassar Kaswadi S.Pd.,M.Pd., mengaku resah belum dicairkannya dana bos, tapi ia tak mau larut dalam kepeningan atas keterlambatan dana tersebut.
“Rintihan kepala sekolah sudah pasti, ditambah besok ada pelaksanaan ujian USBK. Tapi, bukan berarti harus larut dari kepeningan akibat keterlambatan pencairan Dana BOS,” akunya.
Kaswadi juga mengakui, selama kurang lebih 3 bulan terakhir ini telah mengeluarkan dana ratusan juta rupiah untuk membiayai kebutuhan sekolah di 8 program standar BOS.
Di mana dalam RKAS Ada 8 poin poin yang harus dipenuhi yakni Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian.
“Kedelapan standar dimaksud tentu harus sejalan dan tidak boleh tidak,” jelas Kaswadi kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/4/2019) di jalan Baji Gau.
Untuk mengatasi keterlambatan dana BOS, selain menggunakan dana swadaya, Kaswadi harus mencari dana pinjaman tanpa bunga untuk membiayai semua kegiatan.
“Hampir setiap tahun dan bahkan setiap triwulan pencairan dana bos terlambat dan kami tidak tahu apa alasan keterlambatannya,” keluhnya.
Jika mengacu pada juknis, Dana operasional harusnya di awal tahun sudah cair, sebab dana tersebut bisa digunakan untuk operasional sekolah. (*)











