
Penasulsel.com, MAKASSAR — Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta meminta Danny agar menuntaskan masalah insentif ketua RT/RW yang tidak merata.
“Kami rekomendasikan bahwa distribusi insentif kepada ketua RT/RW dialihkan melalui BPM agar bisa langsung ke rekening bank masing-masing penerima,” terang Farouk.
Sementara itu, Danny sendiri membentah adanya pembagian insentif yang tidak merata terhadap ketua RT/RW se-Makassar. Danny memastikan seluruhnya telah mendapatkan haknya sesuai kinerja. Insentif Rp 1 juta per bulan diberikan bagi yang memenuhi sembilan kriteria penilaian objektif oleh lurah se-Makassar.
Indikator tersebut, antara lain bagaimana RT/RW mendorong partisipasi masyarakat dalam program strategis, seperti Lorong Garden, Makassar ta’ Tidak Rantasa (kotor), Bank Sampah, Pajak Bumi dan Bangunan, serta menjalankan aktivitas kontrol sosial. “Tidak ada kriteria kesepuluh. Saya kasi tahu lurah, kalau salah menilai, mereka yang saya copot,” tegas Danny.
Danny sekaligus menegaskan bahwa insentif merupakan imbalan atas kinerja ketua RT/RW. Ketua yang disambut positif oleh masyarakat sekitarnya tidak mungkin mendapatkan imbalan setara dengan ketua yang tanpa kinerja. “Semua dapat Rp 1 juta, kecuali yang tidak jalankan fungsi RT/RW dengan baik. Masa semua orang yang sama, ini kan bukan bagi-bagi uang,” pungkas Danny.











