
penasulsel.com/, MAKASSAR– Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Basdir menilai tindakan Plt Kepala Dinas PPKB Zulkifli Nanda yang mencopot sejumlah kader KB yang berprestasi telah melampaui batas.
“Kan sangat lucu, jika kader mendukung istrinya yang tak lain adalah Fatma Wahyuddin sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Makassar dari Partai Demokrat dan dicopot. Ini harus disikapi oleh Wali Kota Makassar,” kata Basdir.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda akhirnya angkat bicara atas adanya tudingan pemberhentian kontrak oleh kader KB atas dasar tendensi politik.
Menurut dia, apa yang ditudingkan oleh salah satu legislator Kota Makassar, jika pemberhentian kontrak kader merupakan karena perbedaan politik di pileg 2019 ini ada adalah hal yang tidak benar. Kader yang tidak dilakukan perpanjangan kontrak telah dilakukan evaluasi.
“Saya tegaskan tidak ada masalah pileg atau apalah. Pemberhentian ini atas dasar evaluasi yang kami lakukan. Hasilnya yaitu kader yang kami berhentikan tidak memenuhi tanggungjawab sebagaimana yang pernah dia tanda tangani sebelum diangkat,” kata Zulkifly sambil memperlihatkan bukti surat pernyataan kader di Gedung Balaikota Wali Kota Makassar.
Dia juga menambahkan jika pemberhentian ini tidak hanya fokus dilakukan di daerah pemilihan II, namun diseluruh kecamatan Kota Makassar yang telah ada kader KBnya.
” Mungkin saja yang kami berhentikan ada orangnya pak Zaenal Beta, Ketua DPRD Makassar, atau siapapun anggota DPRD lainnya, jadi ini tidak ada kami pilih bilang anggotanya si A dan si Baby,” tambah Zulkifly.











