
Penasulsel.com, MAKASSAR — Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Makassar didesak diberlakukan oleh Pemerintah Kota Makassar dalam waktu dekat. Hal ini terungkap dalam focus group discussion (FGD) Dewan Pendidikan Kota Makassar yang ke II yang dihadiri oleh Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi, Ketua DPKM Makassar, Rudianto Lallo, dan sejumlah akadesmi.
Ketua Dewan Pendidikan Makassar, Rudianto Lallo juga angkat bicara terhadap sekolah daring yang dinilai tidak maksimal. Rudianto Lallo menguatirkan sekolah daring yang masih dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar bukan menjadi solusi dalam mencerdaskan peserta didik, melainkan menambah daftar anak yang putus sekolah.
"Tidak adanya aktifitas di sekolah selama kurang lebih dua tahun lamanya bisa berdampak buruk, ini dapat menimbulkan kemalasan anak untuk hadir disekolah akibat faktor keseharian di rumah. ini juga bisa dipersepsikan sebagai libur panjang yang bisa menambah anak putus sekolah karena keterbiasaan dirumah,"kata Rudianto Lallo saat membuka FGD ke II di Kantor DPKM Jl Pongtiku Makassar, Selasa 29/9/2021.
Ketua DPRD Makassar juga menambahkan selama ini desakan untuk pembelajaran tatap muka untuk segera datang dari orang tua siswa. berbagai macam aspirasi yang telah disampaikan tentang sekolah lewat daring, antara lain tidak adanya penambahan kualitas siswa bahkan ada siswa yang belum mampu baca tulis.
"Pada intinya ada kemunduran kualitas pendidikan kita selama ini, sehingga tidak ada lagi alasan daring diteruskan, apalagi Kota Makassar sudah turun dari level IV ke ke II.
Senada dengan Rudianto Lallo, Syahrir selaku ketua sekolah swasta mengatakan pembelajaran tatap muka telah lama dinantikan oleh seluruh siswa dan orang tua siswa. Namun karena pemerintah masih ketakutan dengan munculnya klaster baru disekolah sehingga masih diberlakukan daring.
Syahrir menegaskan ketakutan terhadap penularan covid-19 ini terlalu dibesar-besarkan, sehingga tidak disadari dampak terhadap pendidikan yang semakin turun drastis. siswa tidak lagi memiliki kreatifitas yang dapat dikembangkan. disamping dia juga menyoroti tenaga pendidik yang kurang melakukan inovasi agar siswa bisa terus semangat dimasa pandemi.
"Saya malah menemukan adanya oknum guru yang menakut-nakuti siswa bersekolah, padahal kena covid-19 belum tentu mati, sebab kematian sudah dutentukan oleh Allah SWT," kata Syahrir.
Ketau Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Swasta Makassar, Nasrah mengatakan seuruh sekolah swasta di Makassar, utamanya SMP telah bersedia menggelar pembelajaran tatap muka. Dia juga menyoroti sistem pembrlaran daring yang mendorong murid semakin malas.
"Jadi saya perhatikan pembelajaran daring itu tidak terkontrol, pertama tugas untuk anak hampir tidak ada, jika ada itu hanya lima persen saja yang masuj, soal yang dikerjakan relatuf lebih muda.
Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi menanggapi desakan PTM mengatakan jika pemerintah telah mulai melakukan kajian sebelum dibukanya kembali sekolah se-makassar. hanya saja dari beberapa kendala dengan adanya empat kecamatan yang belum bisa menggelar.
"Upaya tatap muka sudah dilakukan, pemerintah telah mempersiapkan semuanya agar pelaksanaanya berjalan dengan baik,"kata Fatmawati Rusdi.











