
Penasulsel.com, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar Irwan Djafar mendorong seluruh warga Makassar melakukan pengelolaan sampah rumah tangga sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Hal ini disampaikan saat melaksanakan kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan peraturan daerah nomor 4/2011 tentang pengelolaan sampah yang dilaksanakan di Grand Toeb Hotel Makassar Jumat,13/8/2021.
Politisi Partai NasDem itu mengatakan sampah yang tidak terkelola dengan baik akan mempengaruhi banyak hal yang dapat merugikan masyarakat kota makassar sendiri. Pertama sampah yang berminyak atau yang tidak dapat terurai kedalam air dan tanah apat merusak lingkungan hidup.
“kerusakan struktur tanah dan air bisa membuat tumbuhan tidak lagi subur, serta dapat mempengaruhi petani tambak tidak lagi panen ikan atau udang akibat keracunan,” Kata Irwan Djafar.
Legislator dua periode itu mengatakan saat ini sampah warga kota makassar mencapai 1100 ton perhari. jumlah itu dianggap sudah tidak dapat lagi ditampung oleh TPA sejak 2017 lalu. dengan adanya kesadaran masyarakat yang mengelolah sampah secara pribadi maka itu telah membantu beban pemerintah.
“Jaga lingkungan dengan mengurangi produksi sampah. Salah satu caranya kurangi menerima kanton plastik jika kepasar,” jelas Irwan Djafar.
Senada dengan Irwan Djafar, Kadis Lingkungan Hidup Makassar,Dr. Aryati Puspasari Abady mengatakan
sampah kadang membuat malapetaka yang tidak disadari oleh sebagian banyak masyarakat. Sampah itu dapat mengakibatkan bencana alam, seperti banjir.
” Banjir sebagian besar disebabkan banyaknya sampah yang tidak terkelolah, yang dibuang sembarangan oleh masyarakat, sehingga pas hujan turun, seluruh drainase tersumbak, air jadi kemana-mana hingga mengakibatkan pemukiman warga terendam, jadi dampak ini bukan kepada siapa, tapi akan berdampak juga kepada kita semua,” jelas Puspasari Abady.
Olehnya itu, lanjut Puspasari masyarakat perlu memperhatikan pengelolaan sampah, sampah atau barang habis pakai masih banyak kegunaannya, ada namanya daur ulang yang bernilai ekonomi besar.sampah tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai hal yang menjijikkan, pengelolaan sampah dengan dengan baik dan benar tidak hanya mampu menggerakkan perekonomian tetapi juga dapat menyerap tenaga kerja.
“ada sampah organik, ini bisa dioleh menjadi pupuk kompos yang sangat berguna bagi tanaman peliharaan disekitar rumah, jika ini dapat diolah secara massal maka bisa membantu para warga tidak menggunakan pupuk kimia pada tanaman pangan dan sebagainya, jika ini lakukan maka dapat untungnya juga meminimalisir kerusakan alam,” ujar Puspasari.
Semetara, Plt Kabid Persampahan, Kahfiani mengatakan salah satu aksi kecil tetapi bermakna besar dalam menjaga kelestarian lingkungan adalah jangan biasakan membeli di pasar yang sasetan, utamanya bagi ibu rumah tangga. sebab semakin banyak membeli sasetan makan semakin besar pula sampah yang dihasilkan.
“Jadi memulai dari diri sendiri. jika tadi kanton kresek jangan diambil, maka sekarang kita hindari membeli apapun dalam bentuk yang sasetan. plastik kecil sasetan itu sulit diurai,” tutupnya.











