
Penasulsel.com, MAKASSAR –Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) atau jam malam kembali diperpanjang oleh Pemerintah Kota Makassar hingga 9 Maret yang akan datang. Kebijakan ini pun kembali menjadi sorotan dari anggota DPRD Kota Makassar.
Anggota Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Makassar, Nurul Hidayat mengungkapkan keputusan untuk kembali memperpanjang jam malam sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 441.01/66/S.Edar/Kesbangpol/II/2021 yang ditandatangani Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, hanya akan mematikan usaha yang banyak beroperasi di malam hari.
Seperti toko,mall,cafe,warkop, rumah makan dan THM. Sebab pelaku usaha ini diwajibkan untuk berhenti menjalankan usaha di atas pukul 22.00."Kita tahu tidak sedikit pelaku usaha di Makassar yang baru bisa jalan bisnisnya dan mendapatkan banyak pemasukan ketika di malam hari, sejauh ini saja sudah banyak pelaku usaha yang mengeluh,"katanya Selasa(23/2) di Kantor DPRD Kota Makassar.
Tidak hanya itu, menurut legislator Partai Golkar itu menjelaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto tidak memasukkan Provinsi Sulsel termasuk Kota Makassar sebagai wilayah yang wajib menerapkan pemberlakukan jam malam seperti kebijakan Pemkot Makassar yang terus memperpanjang PPKM.
"Setahu saya itu hanya 7 provinsi yang diinstruksikan untuk PPKM, Sulsel itu tidak masuk. Hanya Pulau Jawa dan Bali yang prioritas.Sulsel tidak masuk,"kata Nurul. Melihat kondisi penularan Covid-19 yang di Sulsel yang juga menunjukkan penurunan, menurutnya kegiatan ekonomi harusnya sudah harus sedikit dilonggarkan."Sebab selain masalah kesehatan, menurut Nurul masalah ekonomi juga tidak boleh diabaikan,"paparnya.
Lanjutnya, sejauh ini penerapan PPKM juga terbilang tidak efektif, banyak pelaku usaha disisi lain tidak mengabaikan aturan tersebut di tengah banyak UMKM yang harus gulung tikar karena harus menutup usaha. Sementara Pemkot tidak berbuat apa-apa terkait masalah itu.
"Ini semacam aturan yang sekedar dilempar untuk dipatuhi masyarakat, namun tidak memperhatikan dampak panjangnya kepada mereka yang harus berjuang untuk mengisi perut agar tidak kosong,"tutupnya.











