
Penasulsel.com, MAKASSAR — Musim kemarau yang terjadi sejak dua bulan terkahir di Kota Makassar mulai mengakibatkan sejumlah daerah pelayanan yang disuply air bersih oleh Instalasi Perumda Air Minum Kota Makassar melalui Pengolahan Air (IPA ) 2 Panaikang saat ini sudah mulai terasa.
Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Makassar, Imran Adnan menegaskan kondisi air baku sudah mengalami penurunan sampai dengan 70 %. Mata air yang berasal dari Sungai Lekopancing Maros untuk instalasi IPA 2 panaikang dan Instalasi III Antang yang menurun mengakibatkan hanya dapat mengelola air baku hanya sampai dengan 50 %.
"Ini juga karena adanya tambahan air baku dari Sungai Moncong Loe dan Intake Mallengkeri.
Lanjut Imran Adnan menegaskan jika tambahan air baku dari sungai Moncong Loe sangat membantu, tetapi kadang mengalami peningkatan tingkat kadar garam yang tiba-tiba diatas ambang batas yang dapat diolah sebagai air baku.
"Pada kondisi ini maka penyedotan air baku harus distop untuk tetap menjaga kwalitas air minum kepada pelanggan Perumda. Instalasi II Panaikang yang mensuplai air ke Utara dan Timur Kota Makassar pada 5 kecamatan seperti, Kecamatan Ujung tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya dan Sebagian Kecamatan Panakkukang sementara Instalasi III Antang melayani sebahagian besar Kecamatan Manggala praktis mengalami gangguan distribusi air bersih.
Imran melanjutkan untuk mengantisipasi dari permasalahan ini Perumda Air Minum Kota Makassar tetap menyiagakan 8 unit armada mobil tangki untuk mensuplai sejumlah daerah yang terkena imbas kekeringan ini.
"jadi sebelum kelangkaan terjadi dibeberapa wilayah, pihak kami sudah menyiapkan berbagai cara dalam menanganinya, salah satunya menyalurkan air dengan menggunakan tangki," tutup Imran.











