
MAKASSAR–Pj Wali Kota Makassar, Rudi Djamaluddin berencana untuk melakukan mutasi pejabat di lingkungan pemerintahan Kota Makassar. Dalam waktu dekat ini mutasi itu akan dilakukan ditengah prosesi tahapan Pilwalkot Makassar yang sedang berjalan di KPU.
Olehnya itu, keputusan tersebut mengundang pro dan kontra di kalangan anggota DPRD Makassar.Anggota DPRD Kota Makassar Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan, Kasrudi salah satunya.
Kasrudi menilai jika Pemerintah Kota Makassar melakukan pergantian jabatan jelang Pilkada, dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi negatif soal terselipnya kepentingan politik dibalik mutasi itu, kericuhan dan pelayanan masyarakat pun dikhawatirkan turut terganggu.
“Jangan sampai masyarakat berpersepsi lain kepada Pemkot Makassar. Jadi kalau penggantian jangan, kalau isi (jabatan) yang kosong boleh. Karena menyangkut pelayanan, tidak boleh kosong,” kata Kasrudi, kemarin.
Meski mutasi ditujukan untuk mengisi kekosongan jabatan, namun Kasrudi menilai mutasi jelang perhelatan politik dinilai tidak tepat digelar.
Bahkan, ia mensinyalir bahwa orang-orang yang akan mengisi jabatan nantinya ditunggangi kepentingan politik dari salah satu kandidat.
“Kami akan kawal, kira kira siapa yang mengisi jabatan lowong kami akan kawal sebagai komisi A. Jangan sampai berafiliasi dengan salah satu Calon. Kami akan soroti,” tambahnya.
Tak hanya itu saja, legislator asal partai Gerindra itu menambahkan akan menindak lanjuti siapa-siapa saja nama yang diusung nantinya.
“Kami mengerti kalau pengisian jabatan kosong itu sudah seharusnya tapi kami akan terus pantau jika ada pejabat yang mengisi jabatan berafiliasi dengan kandidat. Kami akan soroti,” paparnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat, Abdi Asmara.
Kata dia, dirinya sepakat akan adanya mutasi tapi dengan catatan hanya mengisi jabatan yang masih lowong saja dan tidak mengganggu struktur yang telah ada.
“Jangan lagi melakukan mutasi besar-besaran lalu menganggu struktur yang sudah ada, fokus saja megisi jabatan-jabatan yang kosong, seperti itu,” tutur Abdi.











