
Penasulsel.com, MAKASSAR — Sri Ratna warga Jalan Pannampu, lorong 2, RT D, RW 5 atau depan Kuburan Borowangi memberikan pernyataan mengejutkan saat menghadiri reses Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo di Kelurahan Suangga Makassar.
Dengan nada yang rendah, dia memohon kepada Ketua DPRD Makassar agar aspirasinya dapat ditindaklanjuti secepat mungkin, yakni jaringan air bersih dari PDAM Makassar. Menurutnya selama ini jika ingin menggunakan air bersih harus merogoh kocek.
"Keluhan air bersih sudah lama kami suarakan. Namun pihak PDAM beralasan tidak ada sambungan dari induk. jadi terpaksa kami membeli air galon untuk keperluan memasak dan minum," katanya.
Sri Ratna tidak mau meminta lebih dari itu. kebutuhan air bersih sangat penting untuk warga dibandingkan infrastruktur lainnya. Wilayahnya dianggap sangat dikesampingkan oleh pemerintah, padahal masih bagian dari wilayah Kota Makassar.
"Saya wargata juga pak, tapi kebutuhan pokok saya tidak diperhatikan. sumur bor yang disediakan hanya untuk keperluan mencuci dan mandi," Curhat Sri Ratna.
Mendengar Hal itu, Rudianto Lallo meminta agar menuliskan alamat dengan detail. Dalam waktu yang tidak lama akan melakukan koordinasi dengan PDAM Makassar sebagai lembaga yang bertanggungjawab mengurus kebutuhan air se-kota Makassar.
"itu gaweannya atau pekerjaannya PDAM. setelah imi kami koordinasi langsung dengan Direksinya,"kata Rudianto Lallo.
Direktur Keuangan PDAM Makassar, Asdar Ali yang dikonfirmasi mengakui jika kendala air bersih di Utara Kota Makassar masih minim namun saat ini sudah dilakukan pembaharuan jaringan yang lebih besar agar semua warga dapat menikmati air bersih.
"Tolong alamatnya dengan detail. segera diperiksa kendalanya hingga warga belum menikmati air bersih,"ujar Andi Asdar.
Lanjut Andi Asdar untuk wilayah yang tidak dialiri air bersih, PDAM Makassar telah menyiapkan air bersih melalui mobil tangki yang kapasitas 5000 liter. itu diberikan kepada warga yang memang belum ada jaringan air bersih,"tutup Andi Asdar.











