
penasulsel.com/,MAKASSAR- Jumlah daftar pemilih tetap(DPT) di perhelatan pemilihan walikota (Pilwalkot) Makassar telah ditetapkan KPU Makassar, Rabu(14/10) kemarin. Jumlahnya mencapai 901.087 pemilih.
Dari total DPT, jumlah pemilih didominasi dari kaum hawa (perempuan) sebanyak 464.467 orang pemilih,sementra untuk pemilih laki-laki sebanyak 436.620 orang. Olehnya, empat pasang Cawalkot pun dituntut untuk menawarkan program yang responsif gender guna menggaet pemilih perempuan.
Aktivis perempuan, Lusi Palulungan mengatakan empat pasang Cawalkot harus memiliki program yang menyentuh kebutuhan kaum perempuan,tidak hanya menyakinkan pemilih perempuan namun bisa ditepati ketika telah terpilih nanti.
Misalnya kata dia program bagaimana menekan angka pencegahan kawin dini"Program yang perlu diusung, salah satunya adalah pencegahan perkawinan anak. Dimana program ini berkontribusi pada penurunan Angka Kematian Ibu, angka kematian bayi, dan stanting,"tutur Lusi, Kamis(15/10).
Lanjut Lusi pemulihan ekonomi perempuan juga penting dimasa pandemi Covid-19 ini. Mengingat kata dia dampak dari wabah corona telah menyebabkan perempuan kehilangan mata pencaharian." Banyak perempuan kehilangan pekerjaan, khusunya yang bekerja di sektor informal,"katanya.
Ketua KPU Makassar, Farid Wadji sebelumnya mengatakan pemilih yang didominasi kalangan perempuan masih bisa berubah, begitu juga pemilih laki-laki. Sebab kata dia beberapa data masih akan diverifikasi." Tahap verifikasi disetiap penyelenggara, baik di tingkat KPPS, PPS,dan PPK masih akan terus dilakukan, sehingga masih mungkin berubah,"katanya.











