
MAKASSAR– Ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar, Rudianto Lallo yang juga Ketua DPRD Kota Makassar duduk bersama Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan berbicara serius dalam kegiatan peretemuan atau bincang-bincang bersama pengurus Dewan Pendidikan Kota Makassar (DPKM) bertempat di Baruga Matoaya (7/09/2020).
Dalam kesempatan ini, Rudianto Lallo menyapa satu persatu pengurus DPKM sekaligus memperkenalkan kepada Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar Irwan Bangsawan struktur pengurus dewan pendidikan Makassar diantaranya, Apiaty Amin Syam, M(Wakil Ketua I), A. Munsyir GS (Sekretaris DPKM), Drs. Suarman, (Wakil Sekretaris), Drs. Muh. Anwar (Bendahara), H. Nasran Mone, S (Wakil Bendahara), anggota Drs. H. Mahmud BM, M.Pd, Dr. H. Aminuddin Tarawe, MM, Dr. Zainuddin Djaka, Fachruddin Pallapa, S.Pd, dan Ida.
Dalam acara ini Irwan Bangsawan didampingi oleh Ahmad Hidayat, Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar dan Dr. H. Munir, Kepala Sekolah SMPN 6 Kota Makassar.
Rudianto Lallo, Ketua DPKM yang juga Ketua DPRD Kota Makassar dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada Plt. Kadisdik, Irwan Bangsawan, yang mau membangun komunikasi dengan DPKM.
“Ini langkah baik karena DPKM adalah mitra Pemerintah/Disdik Makassar. Tentunya DPKM adalah lembaga mandiri yang berfungsi untuk pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawsan pendidikan di Kota Makassar,”kata Rudianto Lallo dalam sambutannya.
Lebih lanjut Ketua DPKM menyampaikan 2 (dua) hal sebagai bahan masukan ke Disdik Makassar, masing-masing pentingnya koordinasi dan komunikasi agar terjalin sinergitas yang baik antara DPKM dan Disdik Makassar. Kiranya kebijakan yang dibuat oleh Disdik Makassar dapat disampaikan ke DPKM, agar kami dapat mengetahui apa yang Disdik rencanakan dalam pengelolaan pendidikan di Kota Makassar; dan
– Hibah anggaran DPKM, dilekatkan pada dinas terkait.
Lebih lanjut Rudi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kadis beserta rombongan, yang berkesempatan hadir pada sore hari ini. Mohon maaf saya tidak bisa berlama-lama mengikuti bincang-bincang ini, dikarenakan saya mesti berangkat ke Jakarta, pesawat jam 18.00 wita. Silahkan dilanjut acara mohon maaf, tutup Rudianto Lallo.
Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan Makassar, Irwan Bangsawan, menyampaikan. Ada beberapa catatan yang disampaikan Pj. Walikota Makassar, Prof. Rudy dalam menjalankan tugas dan amanah selaku Plt. Kadisdik, Pertama benahi internal Dinas Pendidikan, kemudian bangun komunikasi internal dan eksternal.
“Jadi Semua yang menjadi masalah selama ini Pak Pj Wali Kota meminta dan selanjutnya buat langkah-langkah apa yang harus segera dilakukan,” jelas Irwan Bangsawan.
Kedua, lanjut Irwan yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja Makassar adalah tentang netralitas ASN. Pj Wali Kota mengingatkannya agar seluruh jajaran disdik kota makassar dibaga dengan baik. sebab Dinas Pendidikan akan menjadi sasaran tembak Paslon di Pilwali, olehnya harus netralitas ASN harus terjaga.
” Jadi mengawali tugas saya sebagai Plt. saya mulai keliling ke sekolah-sekolah yang dianggap bermasalah. Permasalahan di sekolah biasanya timbul, dikarenakan tidak sampainya informasi dari bawah. Oleh karena itu saya langsung turun kebawah ke sekolah dan saya langsung bertemu dengan dua belah pihak yang bersengketa, jelasnya.
“Saya ambil contoh tentang pengangkatan kepala sekolah kemarin, ini menjadi catatan saya bagaimana itu yang namanya melaksanakan perintah atasan.,” tambah Irwan Bangsawan
Irwan juga menyampaiakan agar kepala sekolah mendapat SK dari Walikota untuk dipindahakan dari sekolah A ke sekolah B, tentu wajib diterima. “ini yang membuat saya bingung! Masih ada kepala sekolah, yang masih ingin tetap ditempatkan disekolah tersebut padahal sudah di SK kan ke sekolah yang lain. Lebih parahnya kepala sekolah tersebut akan menurunkan massa jika tidak tetap disekolah awalnya, ada yang begitu,” kata Irwan.
Menjrut Irwan sebagai abdi negara, apalagi sebagau kepala sekolah tersebut wajib ikut perintah atas, yakni qpq yang sudah tertuang dalam SK. Olehnya itu, dengan kejadian itu, Irwa terus menerua melakukan evaluasi dijajaran disdik dan para kepala sekolah.
” ada banyak masalah memang dilapangan ditekukan, ada juga kepala sekolah yang berkeberatan karena di nonjobkan, padahal selama ini bermasalah di pengelolaan dana BOS, sesuai hasil pemeriksaan Inspektorat dan pihak Kemendikbud, jadi ini harus kita evaluasi dulu,” tegas Irwan.
Irwan juga menyampaikan pentingnya administrasi kinerja para kepala sekolah sebagai rekam jejak. olehnua.itu bidang MGTK perlunya kelengkapan berkas administrasi kinerja para kepala sekolah sebagai bahan evaluasi
” ini juga kadang-kadang kepala sekolah ada dekkengnya, jadi mohon maaf ini yang berat, dan saya sampaikan ke para kepala sekolah, mari kita kembali pada aturan yang telah ditetapkan. Pesan saya, kalau ingin kualitas pendidikan ini baik mari kita kembali keaturan dulu bagaimana kriteria dan sarat, menempatkan kepala sekolah,” tambah Irwan.











