
penasulsel.com/, MAKASSAR–Anggota Badan Pengawas Pemiluh (Bawaslu) Sulawesi Selatan, Asry Yusuf mengakui jika KPU Kota Makassar sudah memperbaiki sejumlah pergesaran suara yang berbeda ditingkat KPPS dan PPK antara caleg nomor 1 dan 5.
Hal ini disampaikan Asry Yusuf saat memberi kesaksian di Pengadilan Negeri Makassar , Senin 22/7/2019.
Asry menjelaskan perbedaan suara antara Caleg Provinsi dari dapil Makassar B Partai Golkar nomor 1 Imran Tenri Tata dan nomor urut 5 Rahman Pina terjadi dibeberapa kelurahandi empat kecamatan, yakni Pannakukang, Manggala, Tamalate dan Biringkanaya. Tetapi, semua itu, Lanjut Asry telah diperbaiki dengan membuka kotak DAAI.
“jadi perbedaan suara yang kami dapat itu langsung dibuka dan dikembalikan sesuai dengan hasil perhitungan ditingkat TPS,” kata Asri di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Harto Pancono.
Saay Azry kembali diminta menyebutkan jumlah suara Rahman Pina yang bertambah dan jumlah Suara Imran Tenri Tata yang berkurang dalam rekaputulasi yang dilakukan oleh KPU Sulsel, tidak dapat diketahui dengan jelas
“saya tidak tahu berapa pengurangan suara untuk Imran Tenri Tata dan berapa penambahan untuk caleg nomor 5 Rahman Pina. namun dalam rekap suara kami temukan adanya pergeseran suara yang ditemukan. olehnya itu, kami merekomendasikan kepada bawaslu dilakukan buka katak DAAI untuk penyusaian, dan akhirnya dikembalikan,” ulang Azry.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Farid Wadji ikut mebenarkan adanya perbadaan suara antara rekap suara di KPU Kota Makassar dengan KPU Sulsel. menurut Farid perubahan suara itu berjenjang, dari KPPS hingga PPK.
“karena rekomendasi Bawaslu Sulsel, maka DAAI itu kami buka, dan betul yang ada perubahan suara dari beberapa kelurahan di Dapil Makassar B,” jelas Farid.
Kendati demikian, Farid menjelaskan bahwa perubahan suara tidak hanya untuk caleg nomor 5 Partai Golkar, Rahman Pina. tetapi perubahan suara juga terjadi pada Caleg nomor urut 1 Partai Golkar Imran Tenri Tata beserta beberapa caleg internal lainnya di Partai Golkar, begitupa dengan partai lain.
“Kami di KPU tetap mengedepankan keterbukan. jika ada perubahan yang ditemukan oleh teman-teman Bawaslu dan direkomendasikan untuk dibuka kotak, maka kami buka,” jelas Farid.
Farid kembali melanjutkan jika ada beberapa TPS setelah dibuka kota bersama-sama maka ditekukan suara Imran bertambah, sebaliknya suara Rahman Pina berkurang. adapun di TPS lain suara Rahman Pina Bertambah dan Imran berkurang. Adapun alasan perubahan, lanjut Farid karena kesalah input oleh operator.
“contoh kesahalan yang banyak kami temukan, seperti 3+3= 7 dan 4+4=9 , selain ada yang bertambah ada juga yang berkurang,” Kata Farid.
Untuk jenjang ditingkat perhitungan KPU Kota Makassar, lanjut Farid tidak ada masalah atau kendala, semuanya berlangsung sesuai dengan mekanisme yang ada, hal itu dibuktikan tidak adanya riak-riak dari saksi partai internal Golkar maupin saksi partai lain.
“rekapitulasi di Makassar itu kami nilai nihil, tidak ada protes dari pihak partai, ataupun caleg,” jelasnya.
Sementara itu, Imran Tenri Tata mengaku jika dia dirugikan oleh penyelenggara. hal ini diakui karena adanya suara pribadi yang dihilangkan kurang lebih 70 suara sementara untuk nomor urut 5 Partai Golkar Rahman Pina ada penambahan kurang lebih 300 suara.
“dari data yang kami kumpulkan bersama tim, ada penggelembungan suara yang dilajukan oleh Rahman Pina. suara caleg nomor 5 itu bertambah signifikan sementara saya berkurang,” kata Imran.










