ADS

Dewan Dukung Laki-Laki Ber KB

  • Bagikan
ADS

penasulsel.com/ MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mendukung upaya DInas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dengan program laki-laki yang melakukan KB.

Menurut Politisi Partai Nasdem itu, penggunaan alat kontresepsi yang gencarkan oleh pemerintah kota bagian dari rencana nasional yang  tentunyan menekan peningkatan jumlah penduduk.

ADS
ADS

“ini program sangat baik, kami menduking itu,” jelas Pengurus DPW Nasdem Sulsel itu.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kota Makassar Zulkifli Nanda menyarankan kepada Pria pria ‘tangguh’ di kota Makassar untuk ikut ber-KB.

Sebagaimana menurut data DPPKB Makassar, bahwa tingkat penggunaan alat kontrasepsi KB bagi kaum pria hanya berkisar 3% saja. Selebihnya (97%) adalah kaum wanita.

“Pria juga dapat turut berpartisipasi menekan laju pertumbuhan penduduk dengan cara ber-KB, bukan hanya ibu ibu saja.” kata Zulkifli, Selasa (18/6/2019).

Ia menerangkan, metode KB khusus bagi pria ada dua macam pertama, menggunakan alat kontrasepsi khusus pria (Kondom) dan Vasektomi yakni operasi kecil (bedah minor) yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pada testis dan penis.

Metode Vasektomi merupakan prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen.

Target DPPKB Makassar, dalam setahun masyarakat ber-KB bisa mencapai 69-70% (data april sudah mencapai 69.09%) artinya diantara 10 orang idealnya ada 7 orang yang ikut berKB.

“Kita juga menargetkan kaum pria yang ikut KB meningkat, kalau bisa tembus 5% di tahun ini,” harapnya.

“Saya mengajak masyarakat utamanya kaum pria pasangan usia subur, mari kita ber KB karena yang kita ketahui bukan hanya ibu ibu yang bisa KB. Laki laki juga bisa, dengan mendatangi pusat layanan kami di Puskesmas atau lorong KB,” imbuh Mantan Camat Ujung Pandang kota Makassar ini.

“Metode KB pria ini aman dan ini gratis. Mudah mudahan dengan laki laki ikut ber KB menandakan bahwa persoalan kehamilan tidak lagi dibebankan kepada kaum wanita.” Zulkifli memungkasi.

ADS
  • Bagikan