ADS

Begini Giat Satpol PP Makassar Selama Ramadan dan Hari Lebaran

  • Bagikan
ADS

penasulsel.com/ MAKASSAR — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar, pada bulan Ramadan hingga lebaran melakukan pengawasan dan pemantauan di wilayah sebagai upaya menjaga kondisi kota Makassar tetap aman dan tentram.

Kepala Satpol PP Makassar Imam Hud, mengatakan telah menyiapkan sejumlah agenda selama bulan puasa hingga hari raya lebaran. Diantaranya merazia THM, Rumah kos dan Wisma, penaganan Anjal dan gepeng, pengawasan tempat ibadah dan keramaian serta memantau arus mudik lebaran.

ADS
ADS

“Kegiatan selama bulan ramadhan hampir sama seperti bulan bulan sebelumnya, sekaitan menjaga ketentraman, ketertiban kota dan penegakan Perda & Perwali dari indikasi pelanggaran. Cuma yang berbeda di bulan puasa ini dilakukan razia atau operasi pengawasan terhadap THM, Panti Pijat yang disinyalir masih beroperasi dibulan Ramadan, juga Rumah Kost dan Wisma yang disalahgunakan oleh beberapa oknum remaja. Inikan bertentangan dengan khidmatnya bulan ramadhan yang seyogyanya diisi dengan amalan ibadah,” kata Imam Hud, Senin (20/5/2019).

Imam melanjutkan bahwa di bulan ramadhan ini juga bermunculan pasar kaget atau Pedagang Kaki lima (PK5) dadakan yang tumbuh tiba tiba, menjual penganan buka puasa.

“Jadi toleransinya di jalan jalan kota, tetapi kalau sudah di jalan poros kita harus tindaki, karena itu mengakibatkan kemacetan. Sehingga kita bekerjasama dengan Dishub melakukan pengawasan, pemantauan. Mengimbau untuk tidak menjual di jalan jalan poros,” ujarnya.

Mengenai penanganan Anjal) dan Gepeng, Imam mengatakan sudah memerintahkan BKO kecamatan untuk mengawasi tempat tempat mangkal para gepeng yang disinyalir dimobilisasi oleh pihak tertentu yang memanfaatkan momentum ramadhan untuk meraup rejeki.

“Kita berkoordinasi dengan pihak Dinsos untuk menertibkan mereka,” terangnya.

Lonjakan arus mudik juga menjadi perhatian Satpol PP Makassar, dengan bekerjasama dengan kepolisian membentuk posko pelayanan masyarakat di titik titik tertentu.

“Selain itu kita juga mengantisipasi wilayah wilayah rawan kejahatan biasanya lebaran banyak yang pulang kampung sehingga mengundang para spesialis pembobol rumah kosong,” tukasnya.

Imam juga mengakui telah menyiagakan semua personilnya selama ramadan dan menghadapi lebaran tahun ini,

“Personil kita siapkan BKO di setiap kecamatan sekitar 25-30 orang, sedangkan untuk yang standby di Balai kota menangani kerawanan kemacetan dan pusat keramaian. Kita siapkan 250 orang,” tandasnya.

ADS
  • Bagikan