
penasulsel.com/ MAKASSAR — Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade baru saja dilantik kemarin bersama 13 Pejabat Eseleon II lainnya.
Hal pertama yang ingin ia lakukan, yakni mendewasakan masyarakat untuk menunggu hasil resmi dari KPU, agar potensi konflik antara para pendukung tidak terjadi.
“Kita tidak bisa pungkiri kalau penduduk di Kota makassar punya banyak potensi-potensi konflik, termasuk hasil pemilu yang masih tarik ulur, hal ini yang menjadi fokus kami untuk minggu ini,” jelas Andi Syahrum, Jumat (26/04/2019).
Peretas konflik yang akan ia lakukan, dengan cara turun langsung ke tengah-tengah masyarakat dengan memberikan edukasi masyarakat terkait menjaga keharmonisan pasca momen pemilu ini.
“Tentu dengan merangkul tokoh-tokoh masyarakat dan agama sebagai orang yang punya pemetaan khusus di wilayahnya masing-masing,” lanjut mantan Camat Biringkanayya itu.
Karena tanpa edukasi pendewasaan, Ia menambahkan, masyarakat bisa saja terlibat konflik horizantal.
“Kalau konflik terjadi tentu masyarakat sendiri yang menjadi korban atas konflik tersebut, makanya edukasi menjadi hal paling urgent saat ini,” lanjutnya lagi.
Ia juga menambahkan, akan mendorong program-program yang bisa memediasi masyarakat sampai pengumuman resmi dari KPU sudah keluar.
“Karena KPU lah satu-satunya lembaga yang dipercayakan akan hal tersebut,” tutupnya. (*)











