
penasulsel.com/ MAKASSAR — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail mengajak mahasiswa untuk menggali potensi budaya Kota Makassar, utamanya dalam pengembangan pariwisata daerah.
Hal ini disampaikan Indira Jusuf Ismail saat memberikan Kuliah Umum di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Kota Makassar di Balairung Poltekpar, Jalan Gunung Agung, Makassar. Jumat (5/4/2019).
Dia menyebut, kekayaan dan keragaman produk budaya yang dimiliki kota berjuluk kota Anging Mammiri harus betul-betul dieksplorasi. Indira mengatakan justru keunikan budaya memiliki nilai tawar yang besar.
“Pariwisata tidak bisa lepas dari industri ekonomi kreatif. Keduanya saling terikat dan beriringan. Destinasi wisata yang bagus tidak cukup tanpa produk-produk ekonomi kreatif, apalagi yang berasal dari kebudayaan kita sendiri,” ungkap Indira Jusuf Ismail.
Indira Jusuf Ismail menjelaskan, untuk di dunia fashion, industri kain sutra dengan corak dan motif bermuatan budaya lokal yang khas dengan sentuhan kreatif dapat menjadi produk ekonomi kreatif yang modis dan bernilai jual tinggi.
“Kemarin dimulai Celebes Beauty Fashion Week, baju yang dibuat tetap modis dan trendy dengan berbahan dasar kain lokal kita, serta corak khas daerah kita,” jelasnya.
Untuk subsektor kuliner, Indira Jusuf Ismail menerangkan, aneka panganan khas Makassar juga bisa disajikan dan dikemas lebih modern. Dia mencontohkan salah satu kue khas Makassar berbahan dasar tepung beras, baruasa.
“Contohnya baruasa, meskipun rasanya tetap sama, tapi bisa ditampilkan lebih menjual. Sekarang sudah ada baruasa dengan aneka warna,” katanya.
Lebih lanjut, Indira Jusuf Ismail menambahkan, untuk subsektor kriya atau kerajinan tangan, Kota Makassar juga punya banyak jenis dan ragam. Salah satunya, kerajinan tangan berbahan eceng gondok.
“Kami juga di Dekranasda mengeksplorasi dan membina kelompok pengrajin untuk membuat produk berbahan dasar eceng gondok. Ada jadi bosara, alas toples, gelas, macam-macam,” katanya.
Dia mengaku, tidak bisa menyebutkan satu per satu produk kebudayaan yang bisa dieksplorasi untuk menjadi industri kreatif.
Satu hal yang pasti, kata Indira Jusuf Ismail, keunikan budaya yang diwariskan leluhur dengan sentuhan tangan kreatif bisa memiliki nilai jual yang membantu perekonomian masyarakat sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan. (*











