
penasulsel.com/ MAKASSAR –Keberhasilan Program Keluarga Harapan menekan angka kemiskinan hingga 1 digit tentu tidak bisa dilepaskan dari profesionalitas para Pendamping PKH yang menjadi garda terdepan perubahan sosial dimana PKH hadir sebagai pengendali di tengah kalangan masyarakat miskin atau dalam hal ini kurang mampu. Kamis,(7/3)
Tapi Konon saat ini, tugas Pendamping PKH bukan hanya menurunkan tingkat kemiskinan, tapi juga ‘menaikkan elektabilitas Caleg’ tertentu. Celakanya lagi, perintah datang dari Caleg partai warna-warni, semuanya mengaku memegang kendali atas kelanjutan karier dan kehidupan para Pendamping PKH.
Pendamping PKH seharusnya menjadi mesin percepatan untuk meningkatkan baik sosial pribadi maupun ekonomi masyarakat demi terwujudnya keluarga harapan sebagaimana mestinya, yang menjadi tantangan terbesar menyambut tahun politik pada hari ini, PKH harus segera mungkin berbenah dan tidak menjadi motor penggerak agen politik praktis di kalangan masyarakat kurang mampu, PKH adalah agen perubahan sosial bukan agen partai politik.
Hadirnya PKH tentunya pemerintah menaruh harapan besar bagi pelaksana baik individual maupun kelompok agar berjalan sebagaimana fungsi dan tujuan PKH sesungguhnya,yakni tidak terlibat perpolitikan yang kian sangat dramatis dan menggunakan berbagai cara untuk meraut suara terbanyak.
Tantangan dan rintangan tentu akan menjadi Polemik karena bertepatan dengan tahun politik dan tugas utama PKH yakni Bagaimanaa memerdekakan Bangsa ini dari kemiskinan jika anda sendiri tidak merdeka dari jajahan oknum politikus yang tidak bertanggung jawab terhadap intervensi gagasan orang pemegang kekuasaan.***











