Zikir dan Tausiah Menyambut Hari Jadi Kabupaten Bulukumba

  • Bagikan

 

PENASULSEL.com BULUKUMBA,- Dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke 59, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menggelar kegiatan Zikir dan Tausiah di masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT), Sabtu 2 Februari 2019.

bapenda bapenda bapenda

Kegiatan tersebut dirangkaikan pengukuhan Pengurus Masjid Islamic Center Dato’ Tiro Bulukumba periode 2019-2023 oleh Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang disaksikan ribuan jamaah dari berbagai unsur seperti Aparat Sipil Negara, Ketua dan Anggota DPRD, Instansi Vertikal, BUMN dan BUMD serta berbagai majelis taklim.

Baca Juga:  Bulukumba Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Koperasi Tingkat Provinsi

Dalam sambutannya AM Sukri Sappewali menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai salah satu cara untuk memaknai Hari Jadi Kabupaten Bulukumba yang ke-59. Juga sebagai salah satu bentuk mensyukuri nikmat Allah SWT.

“Mari kita sama-sama berzikir dan berdoa, semoga daerah kita ke depan bisa lebih baik, dan terhindar dari segala musibah dan bencana,” pinta AM Sukri Sappewali di akhir sambutannya.

Baca Juga:  Pemkot Makassar-Pelindo IV Bahas Akses Jalan Tol MNP

Sementara itu, pembawa tausiah ustaz Dr. Usman Jasad dalam ceramahnya menyampaikan kewajiban pemerintah daerah untuk membangun dan mewujudkan kesalehan individual maupun kesalehan sosial.

Menurutnya, kebanyakan orang masih memiliki kesalehan individual dan belum memiliki kesalehan sosial. Kesalehan sosial itulah yang dicirikan sebagai masyarakat madani.

“Jika ada orang rajin shalat, namun tidak peduli kepada tetangganya, maka orang tersebut belum saleh secara sosial,” ungkap Usman Jasad.

Baca Juga:  Tim Penilai LSS Kunjungi MAN 2 Bulukumba Zulkifli : Sekolah Ini Miliki Nilai Plus

Dirinya juga mencontohkan kehidupan masyarakat madani yang justru banyak diterapkan oleh negara-negara non muslim. Negara-negara itu menurutnya menerapkan kesalehan sosial meski tidak saleh secara individual. Sementara negara-negara muslim banyak tidak menerapkan kesalehan sosial dengan indikator tidak adanya ketaatan pada aturan yang berlaku.

Adapun zikir, dilakukan sebelum tausiah yang dipandu oleh tim Zikir Al Ikhlas dari Pondok Pesantren Babul Khaer Kalumeme, Bulukumba

bapenda banner bapenda
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *