Gerakan Milenial Azikin Solthan Sebar Bantuan di Empat Lokasi di Jeneponto

  • Bagikan

PENASULSEL.COM,JENEPONTO — Sekelompok pemuda yang menamakan dirinya Gerakan Milenial Azikin Solthan Peduli menggalang bantuan untuk korban bencana di Jeneponto dan Gowa. Bantuan itu disebar di 4 titik di Kabupaten Jeneponto, Minggu, 27 Januari.

Koordinator Gerakan Milenial Azikin Solthan Peduli, Fachri S.R mengatakan, kegiatan itu dilakukan dengan melibatkan sejumlah kelompok pemuda yang mengidolakan anggota DPR RI, Azikin Solthan. Dia mengatakan, bantuan itu digalang sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap korban bencana di Bantaeng dan Jeneponto.

bapenda bapenda bapenda

Dia menyebut ada empat titik bencana di Jeneponto yang mendapatkan bantuan itu. Titik-titik itu adalah Kelurahan Empong, Kelurahan Empong Utara, Desa Kayuloe Barat, dan Desa Sapanang.

Baca Juga:  DPRD Makassar Gelar Dialog Kerjasama KNPI

“Ini adalah bentuk kepedulian kita yang berada di komunitas ini,” ungkap Fachri.

Dia mengatakan, kegiatan ini dilakukan berkat bantuan semua pihak. Gerakan ini murni gerakan sosial untuk membantu korban bencana. “Kami merasa iba dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” jelas dia.

Bantuan yang diserahkan itu berupa kebutuhan sandang dan pangan untuk korban bencana. Dia berharap bantuan itu bisa digunakan sebaik mungkin untuk korban bencana.

Baca Juga:  Tak Ada yang Lain, KKT Hanya Satu

Sebelumnya, Anggota DPR RI, Azikin Solthan juga memulangkan 16 warga Bantaeng yang terjebak banjir di Antang, Makassar. Ke 16 warga itu bekerja sebagai tenaga buruh di salah satu kampus di Antang. Namun, ketika banjir datang, mereka terjebak dan terisolir.

“Selama cuaca buruk ini, kami hanya makan masing-masing satu mie instan saja. Selain kekurangan makanan, kami juga tidak ada air layak untuk diminum,” kata salah seorang warga, Usman.

Baca Juga:  Ziarah Makam Raja Gowa-Tallo, Rudianto Lallo: Simbol Pemimpin Tanah Makassar

Darwis menceritakan, dia bersama rekannya sedang bekerja sebagai buruh bangunan pada salah satu pembangunan perguruan tinggi (PT) yang berlokasi di Antang. Selama cuaca buruk, lanjut dia tidak ada peringatan yang di dapat.

“Andai kami tau akan seperti ini kejadiannya, atau ada peringatan sebelumnya, saya tinggalkan tempat kerja walaupun belum gajian ,” paparnya.

bapenda banner bapenda
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *