Pemkot Makassar Siapkan 8 Armada untuk Mengangkut 1600 Pengungsi dari Sulteng

  • Bagikan

PENASULSEL.com MAKASSAR — Pemerintah kota (Pemkot) Makassar akan menurunkan bantuan transportasi untuk penjemputan korban bencana gempa dan tsunami PaluDonggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sekitar 1600 -an korban bencana Palu – Donggala rencananya tiba di kota Makassar melalui jalur laut di pelabuhan Soekarno- Hatta (Soeta) Makassar, kamis esok (4/10/2018).

pdam bapenda bapenda

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Naisya Tun Azikin menjelaskan, untuk mengangkut kedatangan para pengungsi, Pemkot Makassar menyiapkan 8 Bus dan Truk,

Baca Juga:  9 FRAKSI DPRD MAKASSAR SETUJUI RPJMD 2021-2026

“Jadi Pemkot Makassar akan menurunkan bantuan 8 buah Bus dan Truk jika diperlukan untuk mengangkut sedikitnya 1600 pengungsi yang dijadwalkan tiba esok di Pelabuhan Soeta.” Ucap Naisyah, Rabu (3/10/2018).

Ia melanjutkan, hal ini dilakukan dibawah koordinasi Provinsi Sulsel, melalui Asisten meminta bantuan Bus untuk pengangkutan,

“Ini permintaan Provinsi supaya semuanya ikut berpartisipasi termasuk Pemkot, pengungsi yang sakit diangkut menggunakan ambulans itu dikoordinir oleh KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Sementara pengungsi yang sehat akan dibawa ke tempat penampungan Asrama Haji Sudiang.” terangnya.

Baca Juga:  Pemkot Makassar BTN Jajaki Kerja Sama Kredit Rumah Murah bagi ASN

Tak lupa Naisyah mengungkapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan peduli terhadap korban gempa dengan menyiapkan tempat tinggal bagi pengungsi bencana Sulteng selama di Makassar.

“Alhamdulillah, ternyata warga Makassar sangat peduli dengan keberadaan korban gempa Sulteng, itu terbukti banyak masyarakat yang menyiapkan rumah ataupun Rukonya untuk dijadikan tempat tinggal bagi pengungsi.”

Baca Juga:  Mengisi Talk Show Bahaya Limbah Plastik, Lies Nurdin Ajak Siswa Komitmen Gunakan Tumbler

“Ini sesuai harapan pak Wali kota bahwa kita semua harus peduli terhadap sesama, utamanya saudara kita yang mengalami musibah gempa.” Pungkasnya.

Sekedar diketahui, Gempa dan tsunami yang melanda Sulteng menarik perhatian Dunia Internasional, selain menelan korban hingga ribuan jiwa, bencana tersebut juga mengakibatkan hancurnya infrastruktur dan terhentinya laju perekonomian di tiga wilayah yakni kota Palu, Donggala dan Sigi.

bapenda banner bapenda
  • Bagikan