Sumarsono Beri Ceramah Umum Revolusi Mental

  • Bagikan

PENASULSEL.com MAKASSAR — Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono memberikan ceramah umum pada Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XV Tahun 2018 di badan BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (4/8).

Revolusi mental dan strategi pembinaan otonomi daerah menjadi tema ceramah yang diberikan oleh Sumarsono yang juga merupakan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri.

pdam-seminggu pdam
bapenda
bapenda

Ia menjelaskan bahwa revolusi mental adalah perubahan cepat dan mendasar cara berpikir, cara bekerja dan cara hidup yang lebih baik dalam semangat berbangsa dan bernegara.

Baca Juga:  Wahab Tahir : Pemkot Wajib Beri Asupan Gizi ke Masyarakat Yang Dirumahkan

“Gerakan nasional Revolusi Mental ini untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional Indonesia,” kata Sumarsono.

Diawal ceramah Ia kembali meninggatkan pentinya cita-cita bangsa Indonesia dan tujuan nasional bangsa Indonesia.

Hal ini penting, karena Indonesia dengan cita-cita mewujudkan suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Sementara, tujuan bangsa Indonesia, diantaranya mencerdaskan kehidupan bangsa. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia. Memajukan kesejahteraan umum. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Baca Juga:  Hingga Kini Pemkot Makassar Belum Izinkan Adanya Pesta Pernikahan

Karena cita-cita dan tujuan kehidupan bangsa Indonesia ini yang menjadi segala dasar dari berbagai aktivitas tujuan pemerintahan.

Di bidang politik Indonesia juga harus berdaulat dan mampu membuat keputusan sendiri.

“Maka syarat utamanya negara berdaulat dan mampu membuat keputusan sendiri dan tidak tergantung negara lain,” sebutnya.

Berbagai topik disampaikan termasuk terkait pemerintahan daerah, peraturan pemerintahan serta dinamikanya.

Diklat ini merupakan bagian pengembangan kapasitas kepemimpinan individu peserta.

Baca Juga:  Pimpinan Kapal HMAS Success Kunjungi Balai Kota

Dari Diklat ini diharapkan, kemudian ujungnya nanti akan diaplikasikan pada proyek perubahan.

Rencana proyek perubah tersebut ada terdiri dari proyek jangka pendek, menengah dan jangka. Diharapkan melalui Diklat PIM ini pejabat struktural kinerjanya semakin terarah, semakin terkonsetrasi dengan arah dan tujuannya kerja sebagaimana visi-misi yang dimiliki daerah masing-masing.

Dilatpim ini berlangsung selama 3,5 bulan dan akan berakhir 16 Nopember mendatang. Khusus angkatan 15 ini, terdiri dari 60 peserta dari 7 provinsi, termasuk Sulsel terdiri dari 13 orang.(*)

bapenda banner bapenda
  • Bagikan